Kategori
Tak Berkategori

Berliterasi Melalui Ekspresi Di Pojok Kelas — Direktorat PSMK – Semua Konten Terbaru

Gerakan Literasi Sekolah sudah digaungkan sejak akhir 2015 dengan pembentukan Satuan Tugas Gerakan Literasi Sekolah (Satgas GLS) dalam lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai tindaklanjut atas terbitnya Permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Seiring dengan geliat literasi, sekolah-sekolah mulai menggiatkan aktivitas berliterasi antara lain dengan kegiatan 15 menit membaca buku/…

melalui Berliterasi Melalui Ekspresi Di Pojok Kelas — Direktorat PSMK – Semua Konten Terbaru

Kategori
Pengetahuan

Menghitung Harga Jual

Berwirausaha atau memulai usaha akan timbul pertanyaan dari mana Saya harus memulai? Bagi orang yang belum pernah melakukan usaha kemudian bergerak dalam dunia usaha pasti mengalami kebingungan. Membahas tentang usaha tentunya tidak lepas dengan istilah entrepreneur. Seorang entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru dan memasarkannya serta mengatur pemodalan operasinya . Memulai dalam berusaha harus siap berisiko kegagalan. tetapi harus yakin pada Tujuan untuk membangun mesin uang, meskipun mungkin  tidak memiliki keseluruhan bagian dari yang dibutuhkan. Bisa terjadi kalau ide Anda mungkin saja sebagian salah namun Anda tidak tahu pada bagian mana yang salah. Tidak perlu khawatir, hal ini normal adanya.

Persaingan usaha pakaian  semakin menjamur, bisa jadi Persaingan yang terjadi lebih pada persaingan kualitas produk namun tidak menutup kemungkinan terjadi persaingan harga lebih murah. Hal ini perlu dihindari, namun cobalah untuk membuat harga yang sesuai jangan hanya untuk merebut pasar. Tidak sedikit pelaku usaha masih bingung
dalam menentukan harga jual produknya. Harga jual sangat berkaitan dengan tingkat keuntungan dan tingkat penjualan.

Bagaimana menentukan harga jual? Asumsikan bahwa Anda memiliki usaha konveksi blus. Anda menginginkan laba sebesar 30%, sedangkan dalam satu minggu Anda ingin menjual blus 100 potong dengan rincian biaya bahan pokok dan pelengkap sebagai berikut:

Total Biaya
= Rp 4.780.000 + Rp 300.000
= Rp 5.570.000

Berapa harga jual satu buah blus ? Hal yang perlu diperhatikan saat menghitung total
biaya produksi. Hal ini dapat dihitung dengan cara di bawah ini
Total biaya Rp 5.570.000
Jumlah produksi blus 100 potong

Diketahui Biaya per produk Rp 55.700

Keuntungan yang di inginkan (30% X Rp 55.700)= Rp 16.710
Harga jual = Rp. 55.700,- + Rp. 16.710,- = Rp 72.410

Seandainya harga jual produk Anda terlalu tinggi, mungkin Anda dapat menurunkan besarnya keuntungan yang Anda tetapkan. Perlu Anda perhatikan pula bahwa jumlah produk yang rencananya Anda produksi tersebut, kemungkinan tidak semua blus akan laku terjual. Oleh karena itu Anda juga harus memiliki target minimal produk yang harus terjual. Jika melihat perhitungan di atas, untuk terhindar dari kerugian setidaknya Anda
harus menjual 77 potong blus dengan perhitungan Rp 5.570.000:Rp 72.410 = 77.
Jika anda bisa menjual lebih dari 77 potong maka Anda sudah memperoleh keuntungan sejumlah tertentu dari usaha produksi blus Anda.

Kategori
Pengetahuan

MEMILIH DAN MENGGUNAKAN KAIN MOTIF GARIS DAN KOTAK

Memilih dan menggunakan bahan atau kain bermotif garis dan kotak tidak semudah memilih dan menggunakan kain motif bebas,  motif serak atau motif lainnya. Ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan dalam penggunaan bahan ataupun kesesuaiannya dengan desain yang kita pilih.

Jenis-jenis bahan bergaris

Dalam penggunaan bahan bergaris terdapat tiga arah utama, misalnya, vertikal (ke arah lebar), horisontal (ke arah panjang) dan garis diagonal.  Arah dapat menghasilkan versi yang seimbang (balanced) atau tidak seimbang (unbalanced). Gambar 1

 

gambar. 1

 

 

 

 

Kotak adalah kombinasi garis yang mungkin dibuat dengan tekstur atau warna yang berbeda dari latar belakangnya.  Cara-cara menangani bahan kotak-kotak sama dengan bahan bergaris.  Gambar 2

Gambar.2.

Garis yang seimbang/sejajar dan garis yang tidak seimbang/sejajar

Pola garis pada bahan/kain merupakan faktor pertimbangan terpenting pada saat membeli dan meletakkan bahan. Garis-garis seperti halnya kotak-kotak dapat seimbang atau tidak seimbang.  Untuk menentukan jenis garis, lipat bahan sepanjang bagian tengah garis yang dominan.  Garis dominan ini biasanya garis yang paling lebar, garis pada bagian tengah rancangan atau garis berwarna paling cerah.  Jika anda mendapatkan kesulitan dalam melakukankannya, lipat bahannya.  Garis yang paling terlihat berarti garis yang dominan.  Lipatlah sudut kain ke belakang (seperti pada gambar). Jika garisnya cocok berarti garis tersebut seimbang. Jika garisnya tidak cocok, berarti garisnya tidak seimbang.  Gambar 3

 

 

                            gambar.3.

Memilih bahan bergaris

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih bahan bergaris.

  1. Pilih jenis bahan bergaris dengan memperhatikan bahwa,
  • garis horisontal cenderung membuat orang terlihat pendek dan
  • garis vertikal membuat orang terlihat tinggi.
  • Garis yang lebih tipis membuat anda terlihat lebih ramping dari pada garis yang tebal, dan
  • garis horisontal akan lebih menekankan pada bagian dada dan pinggul.

Jadi, periksalah dahulu bentuk busana yang ingin dibuat sebelum memilih garis yang tipis, tebal, vertikal dan horisontal.

2. Garis vertikal paralel dengan tepi bahan dan garis horisontal menghampar dari tepi ke tepi pada lebar bahan.  Akan lebih mudah bekerja dengan pola yang lembarannya sedikit karena sangat sulit bahkan tidak mungkin untuk mencocokkan garis berpola rumit.  Diperlukan kain yang lebih banyak jika membuat busana/pakaian dari bahan bergaris.  Jumlah kain yang dibutuhkan tergantung pada:

  • ukuran pola
  • bentuk garmen
  • jumlah dan ukuran potongan
  • lebar garis (motif)
  • frekuensi pengulangan garis

Jumlah bahan tambahan yang dibutuhkan untuk bahan bergaris berkisar antara 30 – 50 cm.  Dan untuk bahan berkotak diperlukan lebih banyak lagi.

Memilih pola untuk bahan bergaris dan bahan berkotak

Pada saat memilih pola atau model untuk jenis bahan yang bergaris dan bahan berkotak, pilihlah

  • desain yang sederhana dengan jumlah sambungan yang sangat sedikit.
  • Busana berpotongan sedikit yang dibuat dengan garis yang tidak putus, lurus atau bias, akan memberikan hasil yang baik.
  • Hindari rancangan dengan garis princess, kupnat horisontal yang panjang, kerutan melingkar dan rancangan dengan kerutan yang banyak.

Bahan berkotak kecil dapat lebih mudah disesuaikan daripada kotak kotak yang lebar, karenanya dapat dibuat berbagai variasi model.

Bahan berkotak bisa lebih sulit dipotong daripada bahan bergaris, karena kotak terdiri dari garis horisontal dan vertikal.

Hasil akhir busana/pakaian akan dipengaruhi oleh cara pengaturan untuk memotong bahan bergaris dan bahan berkotak.

Mencocokkan garis dan kotak untuk pemotongan

Apabila potongan pola tidak akurat dari awal, maka bahan bergaris atau bahan berkotak tidak cocok/pas saat dilebarkan, sehingga pada saat dijahitpun tidak akan cocok/pas.

Peletakkan pola pada bahan bergaris dan bahan berkotak harus dicocokkan/dipaskan pada garis sambungan, BUKAN pada garis potong.  Pada saat meletakkan bahan, tunggal atau lapis dua, yakinkan bahwa garis dari kedua lapisan itu berada langsung di atasnya.  Untuk menghindari pergeseran, beri pemberat pada bahan atau gunakan jarum pentul.

Letakkan bagian kain yang baik menghadap keatas sehingga motifnya terlihat jelas untuk dapat dicocokkan/dipaskan garis atau kotaknya.

Gambar 4

Mencocokkan lebar belakang, bagian depan dan lengan

gambar.4

Meletakkan pola untuk garis horisontal yang sejajar (seimbang)

Cara meletakkan pola tergantung dari jenis garis yang dipilih.  Garis yang paling mudah untuk diletakkan adalah garis horisontal yang sejajar (balanced).  Perhatikan pada Gambar 5 dibawah ini.

  • Buatlah tanda arah serat di sudut yang tepat pada garis.
  • Mulailah dengan menentukan posisi keliman (gaun, rok atau blus/atasan) pada seluruh lembaran pola yang sesuai, dan beri tanda yang jelas pada pola.
  • Letakkan posisi garis kelim ini pada bagian bawah dari garis paling dominan sebagai langkah awal. Dengan meletakkan garis kelim pada garis dominan, maka berarti garis dominan akan jatuh pada bagian dada dan pinggul, sesuaikan garis kelim sehingga tidak berada pada garis dada dan pinggul.
  • Jika garis kelim mempunyai lengkungan yang jelas, letakkan garis dominan pada bagian tengah belakang atau tengah muka garmen untuk mendapatkan tampilan yang diinginkan.
  • Yakinkan semua pusat sambungan mempunyai garis yang cocok. Jika ada kupnat dada, sambungan samping akan dicocokkan dari garis keliman garmen ke atas hingga posisi kupnat dada. Hal ini akan meyakinkan bahwa hampir semua sambungan pinggir cocok.  Sambungan yang tidak cocok di atas kupnat dada tidak akan terlihat karena terletak pada bagian bawah lengan.  Gambar 6

Jika busana memiliki lengan yang tetap, cocokkan garis-garis pada takik kerung lengan depan dengan takik yang ada ditempat persambungan.  Garis pada bagian kerung lengan belakang tidak selalu cocok.

Cara-cara ini diterapkan pada bahan berkotak-kotak yang seimbang.

Meletakkan bahan pada bahan tekstil bergaris vertikal sejajar

Pada bahan bergaris vertikal yang sejajar,

  1. letakkanlah lembaran pola dengan tanda garis serat sejajar dengan garis.
  2. Letakkan pola tengah muka dan tengah belakang pada garis dominan. Jika pola belakang memiliki keliman tengah belakang, buatlah garis keliman, BUKAN garis potongan, di tengah garis dominan sehingga ketika telah dijahit akan terlihat garis yang tidak patah/menyambung.
  3. Jika ingin garis terlihat menyambung terus pada seluruh pakaian, letakkan garis dominan pada bagian tengah lengan dengan menggunakan puncak bahu sebagai posisi acuan. Gambar 7

Pada rok ‘A-line’, garis vertikal akan membentuk ‘chevron’ (sambungan sudut) pada bagian keliman samping.  Lebar rok akan menentukan sudut dari ‘chevron’.  Letakkan bagian tengah muka rok pada garis dominan lalu cocokkan dengan keliman tepi.  Garis yang dominan mungkin tidak tepat jatuh pada bagian tengah belakang, namun ini tidak terlalu penting dibandingkan dengan mendapatkan ‘chevron’ yang sempurna.  Jika tidak mungkin untuk mencocokkan seluruh bagian, pertimbangkanlah di bagian mana yang terlihat jelas sekali bila tidak cocok.

Prinsip-prinsip ini diterapkan pada bahan berkotak sejajar.

Meletakkan pola pada bahan tekstil bergaris horisontal tidak seimbang

Cara-cara menangani bahan bergaris horisontal tidak seimbang serupa dengan cara penanganan untuk bahan bergaris horisontal sejajar.

  1. Letakkan garis dominan di pinggir bawah garmen, kecuali jika penempatan ini menyebabkan garis dominan berada di posisi yang tidak diinginkan, seperti pada garis dada atau pinggul.
  2. beri tanda posisi keliman pada pola dengan jelas dan sejajarkan dengan garis kasar pada posisi tegak lurus pada garis yang ada pada bahan tekstil.
  3. Perbedaan yang paling penting antara garis sejajar dan tidak seimbang, adalah bahwa semua lembaran pola harus diletakkan pada arah yang sama untuk meyakinkan garis yang tidak seimbang tidak diulangi pada bagian garmen yang lain. Yaitu pada bagian bawah lengan, bagian depan garis keliman, bagian belakang garis keliman, dst, semuanya diletakkan pada arah bagian kanan atau semua diletakkan pada bagian arah kiri.
  4. Untuk pakaian dua-potong misalnya rok dan atasan dari bahan yang sama, semua lembaran pola harus diletakkan pada arah yang sama hingga garis akan terlihat menyambung dari atas sampai bawah. Gambar 8.

Cara-cara ini juga diterapkan pada bahan berkotak tidak seimbang.

Sahabat ontbpwjt.wordpress.com demikian beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam pemilihan dan penggunaan bahan bergaris atau berkotak. Untuk lebih lengkapnya akan penulis sambung pada pos berikutnya.

Semoga bermanfaat, dan terimakasih banyak atas kunjungannya.