Mengikat Potongan Potongan Pakaian

  • Pengertian dan Tujuan

Dalam industri  pakaian jadi proses pembuatannya dilakukan secara masal dan berantai, yang dimulai dari pembuatan pola, meletakkan bahan (Marker Layout), memotong (Cutting), mengikat potongan kain (Bundling), penomeran dan pelabelan (Tiketing and Labeling) sampai dengan proses penjahitan (sewing)

Salah satu proses setelah dilakukannya pemotongan bahan adalah  proses  pengikatan/bundling hal ini sangat penting karena pekerjaan ini sangat riskan dan membutuhkan ketelitian. Pekerjaan ini tidak boleh dianggap sepele karena kesalahan kecil yang dilakukan seperti salah meletakkan satu komponen/bagian pakaian saja dapat berakibat fatal dalam suatu produksi.

Proses pengikatan/Bundling  dapat dikelompokkan menjadi 2 kegiatan yaitu :

  • Memilah potongan potongan kain

Memilah  adalah pekerjaan mengelompokkan bagian bagian pakaian atau  komponen  yang telah dipotong berdasarkan ukuran dan warna kain, dengan tujuan  untuk memudahkan pekerjaan penomeran/pelabelan dan pengikatan/bundling. Di industri pakaian jadi pada umumnya pemotongan kain dilakukan dalam jumlah yang cukup besar dan berlapis lapis, terdiri dari berbagai ukuran, warna, aksesoris dengan beberapa komponen pakaian.

Salah satu contoh blus wanita  yang terdiri dari beberapa komponen seperti bagian  badan muka dan belakang, lengan kanan dan kiri, kerah, saku, termasuk lapisan. Setiap pakaian  memiliki bagian/komponen yang berbeda tergantung dari desainnya, sehingga hal ini sangat beresiko akan terjadi kesalahan dalam proses  penjahitan disebabkan salah mengelompokkan komponen pakaian tersebut.

Produksi pakaian jadi pada umumnya menggunakan ukuran standar seperti S – M – L – Xl L – XXL atau  27 sd 46 untuk ukuran celana, sedangkan untuk kemeja biasa menggunakan ukuran 6 sd 16. ukuran standar pakaian jadi ini sangatlah  bervariasi.

Aksesoris dalam industri pakaian jadi adalah bahan tambahan atau  bahan pelengkap pakaian yang dapat berfungsi sebagai hiasan pakaian seperti,   kancing hias, kancing kait, ritsluiting/ziper, renda, bisband, elastic/karet, furing, vleselin, kainkeras/trubenys,  termasuk nomer ukuran, label dan tiket

  • Memberi nomer dan mengikat potongan potongan kain

Memberi nomer/nambering adalah sustu proses pekerjaan yang dilakukan   pada potongan potongan kain sebelum dilakukan pengikatan. Nambering dilakukan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan dalam pengelompokaan potongan kain pada saat pengikatan.

Mengikat/ bundling, adalah  suatu proses pekerjaan  menyatukan potongan potongan kain dalam satu model pakaian yang telah dikelompokkan sesuai dengan warna dan ukuran yang sejenis. Proses mengikat  dilakukan setelah selesai melakukan pekerjaan    memilah dan memberi nomer. Hasil dari pekerjaan ini disebut dengan bundel.

Mengikat/bundling dilakukan dengan tujuan antara lain untuk :

  • Memperlancar proses pengiriman  kebagian divisi penjahitan
  • Memudahkan penjahit untuk melakukan pekerjaannya
  • Mengurangi kesalahan dalam proses penjahitan
  • Menghemat waktu dan tenaga karena penjahit tidak perlu lagi memilah milah potongan pakaian.

Kegagalan atau kesalahan proses mengikat dapat terjadi apabila,

  • Dalam satu ikatan/bundelan komponen tidak lengkap
  • Aksesoris tidak sesuai atau tidak lengkap
  • Salah satu komponen dalam ikatan cacat atau rusak
  • Tidak ada label atau tiket sehingga informasi proses kerja tidak jelas
  • Salah satu komponen tertukar dengan komponen ikatan yang lain
  • Persiapan bahan/alat
  • Kain yang sudah terpotong berupa komponen dari suatu pakaian dengan berbagai ukuran dan warna
  • Tali, dipakai untuk mengikat potongan potongan kain yang telah dikelompokkan sesuai ukuran atau warna. Untuk menghemat biaya sebaiknya gunakan sisa-sisa kain seperti potongan tepi kain
  • Label/Tiket yang sudah dicetak dan diisi dengan informasi jumlah potongan dan ukuran pakaian yang akan diproduksi
  • Langkah kerja

      1. Memilah potongan potongan kain

Menyiapkan area kerja

  • Siapkan meja  dan area kerja dengan memperhatikan Kesehatan dan keselamatan kerja, ruangan harus bersih dan cukup ventilasi. Meja yang akan digunakan harus bersih, lebarnya cukup untuk melakukan kegiatan, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek atau kurang lebih setinggi pinggang
  • Siapkan potongan potongan kain yang berlapis lapis, terdiri dari bagian/komponen  pakaian dengan berbagai warna dan ukuran dengan asesori yang diperlukan
  • Memilah potongan  kain berdasarkan  komponen seperti bagian badan muka dan belakang, lengan kanan dan kiri, kerah, saku, lapisan dan lainnya berdasarkan  ukuran pakaian yang akan dibuat seperti ukuran S,M,L, atau sesuai keterangan yang tertera pada pola yang masih menempel pada potongan kain.

 

  • Siapkan meja untuk mengikat potongan potongan kain sesuai standar dengan tinggi sebatas pingang dan bersihkan area kerja.emilah asesoris/pelengkap pakaian seperti, kain keras, vleselin berdasarkan ukuran 
     2. Memberi nomer dan mengikat potongan potongan kain
  • Siapkan meja untuk mengikat potongan potongan kain sesuai standar dengan tinggi sebatas pingang dan bersihkan area kerja.
  • Kumpulkan dan letakkan  potongan potongan kain diatas meja  dengan perlengkapan/asesori yang sesuai.
  • Periksa potongan potongan kain dan perlengkapannya sesuai dengan informasi yang tertera pada lembar kerja/Jobsheet
  • Periksa potongan kain, untuk mengetahui bila terjadi kerusakan pada potongan kain sehingga dapat melakukan tindakan  bila diperlukan
  • Kumpulkan tiket atau  label  yang diperlukan untuk melengkapi ikatan, dan memeriksa apakah tiket/label telah sesuai
  • Menyusun  jumlah lembaran yang diperlukan, dan disusun

    Berdasarkan  lembaran yang paling besar  selanjutnya  lembaran yang terkecil dengan perlengkapan/ aksesori yang dibutuhkan seperti, kancing, tutup tarik, pita atau bisband  yang diletakkan di bagian atas potongan kain.

  • Menggulung potongan potongan kain sebelum diikat

  • mengikatnya menjadi satu agar tidak ada potongan/lembaran kain yang jatuh atau terlepas dari ikatan
  • Menghitung jumlah ikatan untuk menyakinkan semua potongan telah disatukan
  • Menambahkan tiket yang berisi informasi untuk melakukan pekerjaan berikutnya yang diletakkan dibagian luar ikatan
  • Setelah dilakukan pencatatan,  simpan ditempat yang aman Sebelum diserahkan kebagian yang lain
  • Menyerahkan ikatan potongan kain  pada bagian penjahitan dengan menggunakan troli (Trolley)
  • Sahabat blog…..demikianlah beberapa proses atau kegiatan yang dilakukan setelah proses pemototngan bahan atau Cutting, sebelum dilanjutkan ke bagian penjahitan.

Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita dalam proses pembuatan    busana industri.

Mohon bagi pengunjung tuk memberikan saran ataupun kritik untuk menyempurnakan isi blog ini. Terimakasih.

 

 

Iklan

Tentang ysetianingsih

Saya bekerja sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Purwojati jurusan TATA BUSANA. Mulai bertugas di SMK ini sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Pos ini dipublikasikan di materi belajar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s