PEMOTONGAN BAHAN SECARA INDUSTRI

Menyiapkan Meja Pemotongan.

 Menyiapkan meja pemotongan meliputi:

  • Instruksi cara meletakkan bahan diterjemahkan dengan tepat.
  • Meja untuk memotong dipilih yang sesuai dan diatur sesuai dengan standar ergonomic bengkel.
  • Keamanan peralatan diperiksa agar berfungsi dengan benar sesuai dengan instruksi pabrik dan prosedur bengkel.
  • Kapur untuk bekerja dipilih yang sesuai.
  • Meja tempat memotong disiapkan sesuai dengan panjang yang benar dan sesuai dengan prosedur kerja.

Meletakkan Kain

Meletakkan kain meliputi:

  • Lebar dan kualitas kain diperiksa sesuai dengan instruksi cara meletakkan kain dan mengambil tindakan sesuai prosedur kerja.
  • Kain direntangkan dan tarikannya disesuaikan untuk mencocokan tampilan kain agar sesuai dengan prosedur kerja.
  • Kain diperiksa, bila ada yang salah segera melakukan tindakan pemotongan pada bahan yang salah dengan cara menyambungkan (tumpang tindih) atau teknik lain yang cocok dan sesuai dengan prosedur kerja.
  • Tinggi letak dan posisi kain diperiksa, dan dilakukan tindakan yang sesuai spesifikasi kerja dan prosedur bengkel.
  • Tanda diletakkan sesuai prosedur kerja

Kain diperiksa, bila ada yang salah  segera melakukan tindakan pemotongan pada bahan yang salah dengan cara menyambungkan (tumpang tindih) atau teknik lain yang cocok dan sesuai dengan prosedur kerja.

 

Merancang Bahan

 Merancang bahan yaitu membuat rancangan/ rencana mengenai bahan/ kain yang akan dipergunakan  untuk memproduksi  suatu  model busana, dengan cara meletakan pola  yang telah diberi kampuh  di atas bahan  dan  diatur sedemikian rupa sehingga mengetahui berapa banyak bahan yang diperlukan untuk memproduksi busana.  Tujuan dari merancang bahan yaitu  untuk mengetahui kebutuhan kain yang diperlukan dengan order yang diproduksi serta bahan yang dipergunakan benar-benar efektif dan efisien .

Tahapan didalam merancang bahan  yaitu  berikut ini:

  1. Patern making

Patern  making adalah  pembuatan pola oleh tukang pola, pola yang dibuat sesuai dengan permintaan buyers.

Di dalam pembuatan pola  kadang- kadang cara pembuatan polanya ditentukan oleh buyer dengan  melampirkan cara pembuatan pola  dalam pesanannya. Tetapi apabila tidak ada lampiran cara pembuatan pola, maka perusahaan yang menentukan pola yang akan digunakan.

  1. Sample making

Sample making yaitu pembuatan contoh busana yang akan diproduksi. Sebelum busana  diprodusi secara besar-besaran/ massal , perusahaan terlebih dahulu membuat sample/ contoh sesuai dengan pesanan , apabila tidak sesuai dengan yang diminta, maka perusahaan akan memperbaiki pola yang telah dibuat disesuaikan dengan keinginan  buyer.

Grading

Grading  berasal dari kata grade yaitu memperingkatkan. Grading pola adalah memperingkatkan pola ke dalam satu atau beberapa size/ ukuran di atasnya atau dibawahnya.

Pola yang telah sesuai dengan sample akan digrade dengan berbagai macam ukuran  sesuai dengan pesanan buyer. Proses grading pada perusahaan skala kecil dan menengah biasanya dikerjakan secara manual, tetapi pada perusahaan besar  biasanya dibantu dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk diperbanyak  , untuk merancang bahan serta sebagai arsip perusahaan.

Pola manual yang sudah lengkap dengan asesorisnya (misalnya saku), diletakkan di atas sebuah papan putih  (lecra system), kemudian dengan menggunakan remote control pola tersebut dimasukan  dalam komputer, sehingga teknisi grading hanya membentuk bagian-bagian yang dirasa kurang sempurna. Di dalam sistem komputer sudah terdapat  patokan/ standar ukuran besar kecil pola yang dibuat, teknisi grading  hanya mengisi  berapa selisihnya setiap ukuran, sehingga sekali clik, pola tersebut membentuk layer-layer sendiri (grading) lengkap dengan ukurannya. Setelah pola digrading pembuat marker  tinggal menentukan/ mengambil ukuran/size  yang dipesan oleh buyer, kemudian membuat rancangan bahan. Membuat rancangan bahan dengan sistem komputer  lebih mudah karena di dalamnya tersedia  fasilitas bentuk panjang kain yang digunakan, sehingga pola terkesan diletakan di atas kain/ bahan, pada menu size dalam komputer bisa diatur panjang pendeknya bahan yang diperlukan.

 

 

Iklan

Tentang ysetianingsih

Saya bekerja sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Purwojati jurusan TATA BUSANA. Mulai bertugas di SMK ini sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Pos ini dipublikasikan di materi belajar. Tandai permalink.

6 Balasan ke PEMOTONGAN BAHAN SECARA INDUSTRI

  1. Bagus postingannya..biasanya isinya dari blog satu ke blog yang lain sama tp blog ini beda dan topiknya menarik, isinya jg langsung to the pointnya jadi ngga terlalu panjang.

    Suka

    • setiakamal berkata:

      Terimakasih masukannya, ini menambah motivasi bagiku dalam menulis dan memposting materi. Semoga postingan berikutnya lebih menarik dan bermanfaat bagi siswa SMK tata busana khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Mohon saran dan kritik yang membangun untuk postingan-postingan kami berikutnya. Terimakasih.

      Suka

  2. Fahreza berkata:

    Musik nya ga guna !

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s