Teknik Pengepresan Busana Dalam Industri Garmen

Produk pakaian yang berkualitas, ditentukan oleh tahapan dan tehnik yang dilakukan dalam proses pembuatan pakaian tersebut.  Tahap pengepresan merupakan salah satu tahapan yang menentukan bagus tidaknya kualitas pakaian tersebut. Proses pengepresan pada pakaian sendiri pada umumnya dapat dibagi kedalam dua tipe, yaitu pengepresan antara (under pressing) dan pengepresan akhir (toppressing).

1-press

Pengepresan Awal

Proses pengepressan awal yaitu proses pengepressan yang dilakukan setelah proses cutting dan sudah di beri nomor perkomponen istilah garmen disebut numbering. Kenapa disini di berikan nomor perkomponen ( part ) karena di garmen proses pemotonganya adalah secara masal sekali potong minimal 1 pcs dan maksimal sampai 600 pcs tergantung jenis  kain yang di potongnya.

5-press

Apa saja yang yang perlu dipres awal

  • Pembuatan celana yang perlu dipres awal adalah : Lapisan Zipper, lapisan kantong, lapisan ban pinggang,dan lain-lain sesuai dengan ketentuan permintaan pelanggan.
  • Pembuatan kemeja yang perlu di pres awal adalah: Lapisan daun kerah, lapisan kaki kerah dan plaket depan apabila perlu
  • Blazer (jas pria) itu hampir semua komponen perlu diadakan pengepresan awal
  • Dan masih banyak lagi garmen yang perlu dilakukan pres awal

Pengepresan Antara

Pengepresan antara (under pressing) merupakan tahap pengepresan yang dilakukan disela-sela proses menjahit baju, dikerjakan dengan tujuan untuk mempermudah proses jahit dan adapun alat pres yang digunakan adalah strika uap dan meja fakum.

Cara kerja setrika uap ini adalah dialiri uap dari sentral ( Boiler ) untuk mendapatkan uap panas sedangkan Cara keja meja fakum ini adalah dialiri angin dari kompresor untuk memfakum (menyedot ) atau meniup meja tersebul.

Dibawah ini adalah gambar meja fakum dan seterika uap.

6-meja-fakum 7-setrikauap

Tahap-tahap yang dilakukan dalam proses pengepresan antara diantaranya berupa:

  • Pengepressan kampuh yaitu kampuh bahu dan kampuh sisi (setelah bahu dan sisi disambungkan).
  • Pengepressan lipit seperti lipit pantas dan lipit-lipit pakaian yang lainnya bila ada.
  • Pengepressan lapisan (interlining) pada bagian tengah muka, depun, kerah dan sebagainya.
  • Pengepressan komponen pakaian seperti tutup saku atau bagian-bagian lainnya sebelum dipasangkan pada pakaian.

2-press

Pengepresan Akhir

Pengepresan akhir (toppressing) merupakan tahap pengepresan yang dilakukan setelah pakaian selesai dibuat. Pengepresan akhir dapat dikerjakan dengan alat setrika press dan untuk garmen yang memproduksi pakaian skala besar bisa menggunakan “stream doily atau stream tunnel”.

3-press 4-press
Demikian sahabat sekalian beberapa tahapan pengepressan yang ada di industri busana, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan amda. Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan

Tentang ysetianingsih

Saya bekerja sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Purwojati jurusan TATA BUSANA. Mulai bertugas di SMK ini sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Pos ini dipublikasikan di materi belajar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s