PERSIAPAN PELABELAN DAN PENGEMASAN

Untuk dapat melakukan  pelabelan dan pengemasan, kita harus mempelajari terlebih dahulu tentang:

  1. Pengertian Label dan Kemasan,
  2. Fungsi Kemasan
  3. Alat Pengemasan
  4. Bahan untuk Label dan Kemasan, serta

1. Pengertian Label Dan Kemasan
Label adalah tanda-tanda berupa gambar atau tulisan yang menunjukkan identitas suatu produk. Label dapat pula berarti nama dagang, atau merk produk. Label memuat keterangan -keterangan tentang produk yang ingin disampaikan produsen terhadap konsumen.
Label busana dapat berupa cetakan yang digantung atau ditempel terbuat dari kertas atau plastik, label yang dibordir langsung pada bagian tertentu seperti pada bagian lengan dan saku, dan label yang dibuat dengan cara disablon/printing langsung pada bahan produk seperti yang biasa diletakkan pada bagian punggung bagian buruk atau bahkan dicetak langsung pada bagian luar dan dijadikan sebagai aksesoris, atau yang peletakkannya dengan cara dipasang. Selain berupa barang cetakan atau bordiran, label juga seringkali dimuat pada aksesoris atau pada pelengkap yang dipasang pada busana seperti halnya pada kancing, kancing hak, pada bagian ujung atau pegangan ritsluiting, pada karet, atau pada tali. Bahkan yang terakhir seringkali ditujukan produsen untuk menyatakan atau untuk dijadikan bukti bahwa produk memang asli (original). Letak atau posisi label disesuaikan dengan sample product yang dikehendaki pemesan.

Contoh-contoh letak atau posisi label dapat dilihat pada  gambar berikut :

0-contoh-pemasangan-labelKemasan merupakan striker dalam memperoleh pangsa pasar. Daya tarik kemasan merupakan inti dalam merebut perhatian konsumen, yang akan mempengaruhi tindakan konsumen baik secara sadar maupun tidak. Daya tarik produk tidak dapat dipisahkan dari kemasannya. Bahkan kemasan dapat dijadikan sebagai sarana promosi untuk merebut daya saing produk lain terhadap konsumen.

2. Fungsi Kemasan
Kemasan selain berfungsi untuk melindungi barang terhadap cuaca atau proses alam lainnya yang dianggap merusak barang. Kemasan juga digunakan sebagai wadah agar barang mudah dibawa kemana saja selama dalam perjala nan. Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin maju dan semakin kompleks, dimana persaingan dalam dunia usaha semakin tajam dan kalangan produsen saling berlomba merebut perhatian calon konsumen, kini konsep fungsional pengemasan telah menjadi bagian penting yang harus mencakup seluruh proses pemasaran dari produk sehingga akhirnya sampai pada konsumen.

Merencanakan label dan kemasan harus didasarkan pada: karakteristik produk, proses produksi, harga produk, jalur distribusi, produk pesaing, sasaran pasar, promosi, dan kecenderungan atau trend mode. Disamping itu harus diperhatikan daya tarik kemasan dari segi praktisnya bahwa:
a. Kemasan yang menjamin dapat melindungi produk
b. Kemasan yang mudah dibuka atau ditutup kembali untuk disimpan
c. Kemasan dengan porsi yang sesuai untuk produk
d. Kemasan dapat digunakan kembali/daur ulang
e. Kemasan yang mudah dibawa, dijinjing, atau dipegang
f. Dan lain-lain berdasarkan pertimbangan kebutuhan dan sifat produk itu sendiri.

3. Alat Pengemasan
Pengemasan merupakan kegiatan yang dilakukan setelah proses finishing produk sebelum produk didistribusikan dan dipasarkan. Pengemasan harus dilakukan dengan baik dan benar karena kemasan akan berpengaruh terhadap tampilan suatu produk. Dalam pelaksanaannya pengemasan dan pengepakan harus disesuaikan dengan jenis produk (bahan, model, dan sebagainya) yang akan dikemas dan jenis kemasan yang akan dipergunakan baik ditinjau dari segi jenis bahan kemasan, bentuk kemasan, maupun ukuran kemasan yang digunakan. Pengepakan merupakan kegiatan yang dilakukan setelah proses pengemasan produk selesai. Pengepakan terdiri dari dua tahap yaitu pengepakan produk atas satuan produk yakni kemasan yang dilakukan pada setiap produk, dan pengepakan akhir yang terdiri dari beberapa kemasan atau dalam satuan tertentu seperti dozin (lusin), atau kodi menjadi satu dalam satu tempat (kardos). Alat-alat yang dipergunakan untuk proses pengepakan dan pengemasan:
a. Seterika: dipergunakan pada proses melipat busana yang akan dikemas dan diberi label. Seterika yang dipergunakan adalah seterika uap dengan energi LPG atau listrik yang dilengkapi tabung yang diisi air untuk menghasilkan uap. Selain diperoleh hasil yang lebih rapih, penggunaan strika uap ini menjadikan waktu penyeterikaan lebih cepat. Contoh seterika uap yang banyak dipergunakan pada industri busana kecil sampai menengah dapat dilihat pada gambar 1.6

00-sterikauapb. Cetakan: yaitu lembaran yang dibuat untuk menentukan besar kecilnya lipatan, ukurannya disesuaikan dengan ukuran lipatan busana dan ukuran kemasan yang akan dipergunakan. Cetakan yang pada umumnya terbuat dari karton duplex ini digunakan pada saat melipat, diletakkan pada bagian punggung atau bagian belakang busana yang akan dilipat. Melipat dilakukan dengan bantuan seterika uap.
c. Sealer: adal ah alat untuk merekat/menutup kemasan atau untuk membuat kantong dari bahan plastik. Sealer pacik seringkali sudah terdapat pada kemasan plastik, dilapisi dengan plastik atau bahan lain yang dapat dilepas ketika kemasan akan ditutup.
d. Alat penunjang, yakni alat-alat penunjang dalam proses pengemasan dan pengepakan adalah seperti: gunting, pisau, alat untuk menyegel atau menutup kemasan besar, alat pemasang tali dan penguncinya, yang dipergunakan setelah kemasan kecil masuk dalam kemasan besar (pengepakan), agar produk tidak mengalami gangguan baik dari alam seperti angin, hujan, panas, dan sebagainya, atau gangguan lain yang mungkin terjadi pada saat pendistribusian produk (benturan, himpitan, dan sebagainya).
Sedangkan alat-alat yang dipergunakan dalam proses Labelling atau pemasangan label diperlukan alat -alat sebagai berikut:
a. Pemasang label ( erotag tape dan stringping gun)
b. Aspitok
c. Stapler
d. Gunting
e. Jarum

4. Bahan Kemasan dan Label
Selain jenis dan karakteristik produk yang akan dikemas, harus diperhatikan pula bahan yang dipergunakan untuk label dan kemasan yang akan dipergunakan. Bahan kemasan seharusnya disesuaikan dengan sifat produk yang meliputi: jenis bahan/tekstil, model, dan aksesoris. Pemilihan bahan kemasan yang tepat akan menghindarkan kerusakan terhadap produk. Bahan kemasan tidak boleh menimbulkan reaksi kimiawi terhadap produk yang pada akhirnya dapat merusak kualitas produk. Bahan kemasan yang dipilih harus aman, jangan sampai menimbulkan bahaya (keracunan atau kecelakaan lain) terhadap produk, aman bagi orang yang terlibat dalam proses produksi (tenaga kerja), serta bagi konsumen.
Kemasan dan label dapat terbuat dari bahan:
a. plastik
b. karton
c. kertas
d. kain
e. stereo foam
f. bahan lainnya seperti cat/bahan sablon.

Demikian sekilas informasi dalam persiapan Pelabelan dan pengemasan, semoga bermanfaat.

Iklan

Tentang ysetianingsih

Saya bekerja sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Purwojati jurusan TATA BUSANA. Mulai bertugas di SMK ini sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s