PENGEMASAN

Assakamu’alaikum……selamat malam sahabat blog http://www.ontbpwjt.wordpress.com, pada posting sebelumnya telah kita bahas mengenai Persiapan Pelabelan dan Pengemasan. Pada pos kali ini kita akan mempelajari tentang pengemasan. Yuk kita pelajari bersama…..

Langkah awal dalam proses pengemasan adalah mengidentifikasi produk yang akan dikemas dan jenis kemasan yang akan dipergunakan. Hal ini dimaksudkan agar kemasan dapat disesuaikan dengan produk, sehingga kemasan tidak merusak produk.

Identifikasi produk dilakukan berdasarkan:

  • ukuran,
  • model,
  • warna,
  • jenis bahan,
  • kualitas produk,
  • harga jual,
  • teknik pendistribusian, dan sebagainya.

Sedangkan identifikasi kemasan dilakukan untuk menyesuaikan ukuran lipatan produk dengan ukuran kemasan dan bahan kemasan. Produk sesuai dengan jenisnya dikemas dengan cara dilipat, atau digantung dan kemudian dimasukkan dalam kemasan. Gantungan dan lipatan produk disesuaikan dengan ukurannya dan ukuran kemasan yang akan digunakan sebagai pembungkusnya. Oleh karena itu dalam proses melipat dibuat pola atau
cetakan yang sesuai dengan ukuran kemasan agar produk dapat ditata dengan rapih dan sesuai kemasannya.

Kemasan produk busana baik bahan maupun ukurannya disesuaikan dengan jenis bahan, model, serta menunjukkan spesifikasi atau ke khasan produsennya. Proses pengemasan dimulai pada saat penyeterikaan atau proses pressing. Pada proses ini produk yang akan dikemas dengan cara digantung, diseterika secara menyeluruh dengan rata, licin, dan tidak membuat lipatan karena produk setelah diseterika langsung digantung.

1. Pengemasan Dengan Cara Digantung
Pada perusahaan atau industri busana besar, dan untuk jenis produk tertentu, penyeterikaan atau pressing untuk busana yang akan dikemas dilakukan dengan cara digantung dan tidak dilipat. Pressing atau penyetrikaan dilakukan dengan menggunakan alat yang menyerupai lemari pakaian (gambar 2.1), produk dimasukkan pada alat pressing tersebut kemudian tinggal mengatuir tombol dan dalam waktu tertentu produkl sudah licin.

00-kemasan-gantungKemudian produk digantung pada hanger, dipasang hang tag dan paper tag, atau atribut lainnya, kemudian dimasukkan dalam kemasan. Contoh hasil pengemasan produk dengan cara digantung dapat dilihat pada gambar 2.2. Setelah produk dikemas kemudian dipak atau dikemas dalam wadah berupa peti atau kotak terbuat dari kayu yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran gantungan, atau dimasukkan langsung ke dalam kontainer.
Langkah kerja pengemasan produk yang harus digantung adalah:

  1. Siapkan kemasan yang ukurannya telah disesuaikan dengan ukuran produk
  2. Masukkan produk pada alat pressing nyalakan tombol dan atur suhu sesuai petunjuk dan jenis bahan
  3. keluarkan produk dari alat pressing
  4. gantung dengan hanger yang sesuai ukurannya
  5. masukkan gantungan produk pada plastik kemasan
  6. gantung pada tempat (hanger) untuk dilanjutkan dengan pemasangan label
  7. masukkan dalam tempat kemasan (kotak besar atau kontainer) dalam posisi
    tetap tergantung.

000

2. Pengemasan Dengan Cara Dilipat
Produk yang dikemas dengan cara dilipat dilakukan pelipatan sesuai dengan ukuran kemasan.

a. Bahan Penunjang
Untuk mendapatkan hasil lipatan yang sama atau sesuai dengan ukuran dan jenis kemasan, digunakan bahan penunjang yang terbuat dari karton atau mika, sehingga hasil pengemasan atau lipatan produk rapih, seperti halnya dalam proses melipat menggunakan cetakan yang terbuat dari karton. Adapun bahan penunjang dalam proses pengepakan adalah:

  • penahan kerah bagian dalam, terbuat dari karton
  • cetakan ukuran lipatan terbuat dari karton (gambar 2.3.)
  • penahan lipatan atau crocodile dalam berbagai jenis dan ukuran (gambar 2.4.)
  • penahan lipatan pakaian terbuat dari karton (gambar 2.5.)
  • penahan kancing dan krah bagian tengah muka, terbuat dari karton atau mika (gambar 2.6.)
  • penahan krah bagian luar terbuat dari karton atau mika yang panjangnya dapat disesuaikan dengan ukuran lingkar leher produk (gambar 2.7)

001

002

003

b. Cara Melipat Pakaian Dalam Pengepakan
1) Strika bagian kerah, lengan, dan bagian muka busana.
2) Strika bagian belakang kemudian letakkan karton cetakan ukuran lipatan pada bagian punggung. Lipat pakaian sesuai dengan cetakan, dan pada saat melipat bagian lengan, gunakan crocodille sebagai penjepit agar letak lipatan lengan tidak berubah (gambar 2.7. a. dan 2.7.b.)

004

3) Lepas cetakan dan pasang karton penahan dengan cara menarik karton cetakan perlahan -lahan dan bersaman dengan itu masukkan perlahan -lahan karton penahan. Setelah karton cetakan terangkat, jepit lipatan bagian belakang dengan crocodille (gambar 3.8.)
4) Pada bagian muka jepitkan crocodille untuk menjepit bagian lipatan ujung lengan lihat gambar gambar 3.9.).

005

5) Kemudian pasang penahan krah, penahan kancing untuk model -model tertentu yang memerlukan penahan pada bagian krah dan kancing tengah muka atas.
6) Pilah dan kelompokkan produk yang telah dilipat dan tumpukkan sesuai dengan ukuran dan model (gambar 3.10).

006

7) pasang hang tag dan paper tag, serta atribut lain yang ingin ditempel pada produk, kemudian masukkan dalam kemasan sesuai dengan yang telah ditetapkan (plastik, kotak, atau kemasan lainnya) lihat gambar 3.11. Contoh hasil kemasan produk busana yang dilipat dapat dilihat pada gambar 3.12.

007

008

3. Pengepakan
Setelah produk dikemas, kemudian dipilah-pilah dan dikelompokan sesuai dengan ukuran, warna, dan jenis kemasannya. Setelah dikelompokkan, kemudian disusun dalam ukuran yang sama untuk satuan tertentu (lusin atau kodi) dengan memperhatikan seri warna. Sebagai contoh: produksi kemeja dibuat untuk ukuran S,M,L dari bahan katun dengan warna merah, biru, kuning, dan hijau. Maka kemasan disusun secara seri untuk satu kodi (20 buah) terdiri dari: warna merah, biru, kuning, dan hi jau masing-masing 5 buah dalam ukuran yang sama (S saja, M saja, dan sebagainya).
Setelah produk disusun dan dikelompokan secara seri, maka langkah selanjutnya adalah menyusun kemasan dengan rapih dalam satu wadah yakni dos karton tebal yang ukurannya tel ah disesuaikan dengan ukuran kemasan produk. Kemasan harus ditata rapih agar tidak terlipat atau terjepit yang dapat menjadikan produk tampak kusut. Untuk menyusun produk kemasan dimasukan dalam dos, kemudian kardus ditutup rapat (di lak).
Setelah produk disusun dalam kemasan satuan tertentu, maka selanjutnya adalah menyusun kardos-kardos tersebut dalam kotak atau kardus yang lebih besar lagi, untuk memudahkan dalam penyimpanan atau pendistribusian dan
kepentingan pemasaran.

Demikian …telah kita pelajari tentang pengemasan, semoga mudah dimengerti dan dipahami dan semoga bermanfaat sebagai penunjang belajar sahabat blog.

Terimakasih bagi Anda yang telah berkunjung di blog saya, mohon saran dan kritiknya untuk perbaikan blog saya yg masih dalam taraf belajar.

Iklan

Tentang ysetianingsih

Saya bekerja sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Purwojati jurusan TATA BUSANA. Mulai bertugas di SMK ini sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Pos ini dipublikasikan di Pengetahuan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s