Kategori
Tak Berkategori

Kriteria Jahitan Yang Bagus Sesuai Standar Butik

Pakaian merupakan kulit kedua manusia yang berfungsi untuk menutup dan melindungi bagian tubuh dari debu, hujan, salju, angin, maupun panasnya terik matahari. Mengingat pentingnya peranan pakaian tersebut, maka kita hendaknya selalu memperhatikan kesesuaian model baju yang hendak kita kenakan dengan kondisi lingkungan.

Kualitas Jahitan Baju

Sumber : http://tesetturlu.moda/

Faktor lain yang layak anda jadikan bahan pertimbangan dalam memilih pakaian yaitu berupa detail jahitan pada pakaian. Berbicara tentang jahitan pada pakaian, berikut beberapa kriteria atau syarat yang perlu anda ketahui tentang kualitas busana yang bagus sesuai standar butik.

Kualitas Jahitan Baju

Sumber : http://www.aliexpress.com/

  • Pakaian yang berkualitas baik umumnya dijahit menggunakan stik kecil. Semakin kecil stik yang digunakan maka jahitan semakin rapat dan halus jahitannnya (1 cm berisi 4 – 6 stik) atau 1 inchi 12 setikan.
  • Obrasan pada tepi pakaian memiliki tampilan dan bentuk yang rapi, tidak mengkerut, warna benang obras sesuai warna bahan kain.
  • Rollsome rapi, kecil, halus  tidak mengkerut, warna benang rollsome serasi dengan warna bahan kain.
  • Jahitan pakaian tidak loncat, tidak renggang, halus serta sesuai dengan bentuk tubuh, tidak datar.
  • Menggunakan material yang berkualitas tinggi, baik untuk bahan kain, benang, resleting, viselin, renda, maupun pelengkap pakaian lainnya.
  • Mengikuti standar pola Internasional untuk wanita :

–    Lebar badan muka ditambah 1 cm dari lebar belakang.
–    Kerung lengan depan lebih masuk 1 cm dari belakang (jahitan lengan maju 1 cm dari jahitan samping badan).
–    Kampuh (sisa jahitan dalam minimal 2 cm).

  • Bagian yang tampak dari luar seperti resleting, kerah dan lubang kancing harus dikerjakan degan hati-hati sehingga bentuknya terkesan lebih bagus, halus dan benar.
  • Untuk kain yang bermotif seperti kain batik, potongan motifnya harus bertemu.
  • Bagian kerah pakaian biasanya dilengkapi dengan bahan  pelapis sepeeti viseline atau staplex kecuali kerah rebah dan frill.
  • Penyelesaian pada bagian bawah gamis dan keliman baju atau lengan dikerjakan dengan cara di “sum” atau tidak dijahit.

Kualitas Jahitan Baju

Sumber : https://phxfw.wordpress.com/

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline.com: 10 Kriteria Jahitan Yang Bagus Sesuai Standar Butik

Kategori
Tak Berkategori

Proses Penyempurnaan Bahan Tekstil

Proses penyempurnaan (finishing) bahan tekstil dapat didefinisikan sebagai tahap pengerjaan serat, benang atau kain yang ditujukan untuk mengubah atau menyempurnakan tampilan kain, pegangan atau daya guna (fungsi) dari sejumlah bahan-bahan tersebut. Proses penyempurnaan bahan kain yang diterapkan dalam industri tekstil sendiri pada umumnya terbagi menjadi tiga tahapan, diantaranya berupa proses persiapan penyempurnaan, proses pencelupan dan pencapan, serta proses finishing atau penyempuraan khusus.

Penyempurnaan Bahan Tekstil

Sumber : http://www.wtjohnson.co.uk/

Proses Persiapan Penyempurnaan

Dalam proses persiapan penyempurnaan (pre treatment), bahan kain tekstil yang masih mentah (kain grey) harus diolah terlebih dahulu menjadi kain putih sebelum diproses lebih lanjut dengan cara dicelup atau dicap agar memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

Penyempurnaan Bahan Tekstil

Sumber : http://textilelibrary.blogspot.co.id

Proses Pencelupan dan Pencapan

Pada proses pencelupan dan pencapan, dilakukan proses penambahan warna dan motif tertentu pada bahan kain tekstil sehingga tampilannya terkesan lebih cantik dan menarik.

Penyempurnaan Bahan Tekstil

Sumber : http://www.pinytexcz.com/

Proses Finishing

Pada proses finishing atau penyempurnaan khusus, bahan kain tekstil selanjutnya diolah agar memiliki sifat-sifat dan memenuhi syarat-syarat penggunaan tertentu seperti anti kusut, anti air, anti susut, anti api, anti bakteri, efek creep, efek kilap dan lainnya.

Penyempurnaan Bahan Tekstil

Sumber : http://www.heddels.com/

Proses yang dilakukan dalam tahap finishing ini dapat dibagi kedalam dua macam kategori, yaitu berupa proses penyempurnaan basah dan proses penyempurnaan kering.

  • Proses penyempuraan basah (kimia) umumnya dilakukan menggunakan zat kimia dan hasilnya bersifat permanen.
  • Proses penyempurnaan kering (fisika) umumnya dilakukan tanpa menggunakan zat kimia dan hasilnya tidak bersifat permanen.

Penyempurnaan Bahan Tekstil

Sumber : http://www.gobizkorea.com/

Semoga bermanfaat

Sumber: Fitinline.com: 3 Proses Penyempurnaan Bahan Tekstil

Kategori
Tak Berkategori

Pengertian dan Sejarah Singkat Longtorso

Longtorso merupakan salah satu item pelengkap busana yang biasa dikenakan bersama kebaya. Tujuannya adalah untuk membentuk tubuh menjadi lebih indah, lebih ramping, dan lebih tegap. Dengan begitu bentuk tubuh dan punggung anda akan terlihat lebih ideal dan proporsional. Istilah longtorso sendiri dalam bahasa Perancis dapat diartikan sebagai pakaian dalam perempuan.

Longtorso

Sumber : http://www.solokebaya.net/

Jauh sebelum ditemukan model longtorso yang berkembang saat ini, para wanita di pulau Crete biasa memakai korset yang berpenyangga dari tulang. Tujuannya bukan untuk menopang tubuh atau memperbaiki bagian tubuh, melainkan untuk menonjolkan bagian payudara dan lekuk pinggang mereka.

Longtorso

Sumber : http://www.model-kebaya.com/

Memasuki abad ke-16, pemakaian longtorso lebih banyak dimaksudkan untuk meratakan payudara dan mengecilkan pinggang. Sebab para wanita yang hidup di zaman Renaisme sebagian besar ingin memiliki payudara berbentuk kerucut, perut datar, dan pinggang yang kecil.

Longtorso

Sumber : http://www.organiccorsetusa.com/

Karena mendapat banyak tentangan dari para ahli kesehatan, lantaran longtorso yang dipakai para wanita dikhawatirkan akan menekan organ dalam mereka dan membuat rusuk berpindah dari posisinya semula, trend penggunaan longtorso sempat mengalami penurunan sejak saat itu juga.

Longtorso

Sumber : http://www.dailymail.co.uk/

Barulah kemudian pada abad ke-18 para perancang busana kembali mempopulerkan long torso dengan bahan dan rancangan yang berbeda untuk meminimalisir efek samping yang berbahaya dan memberikan rasa nyaman saat digunakan oleh pemakainya.

Longtorso

Sumber : http://www.iklan1000.com/

Sejak abad ke-19 long torso tidak hanya digunakan untuk membentuk tubuh bagian atas, tetapi juga dimanfaatkan untuk membentuk bagian paha dengan menambahkan celana yang menyerupai stocking. Meski pada kenyataannya bentuk long torso yang digunakan hingga bawah lutut kurang diminati oleh masyarakat.

Longtorso

Sumber : https://www.tokopedia.com/

Meski mengalami begitu banyak perubahan, namun sampai saat ini longtorso tetap digemari oleh para wanita untuk tujuan memperbaiki bentuk tubuh yang tidak sempurna khususnya pada bagian payudara, pinggang, dan bentuk punggung. Bahan yang digunakan juga sangat nyaman dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya.

Longtorso

Sumber : http://fjb.kaskus.co.id/

Karena banyak menampilkan bentuk dan lekuk tubuh wanita, longtorso tersebut pada perkembangannya mulai diadaptasi sebagai model baju yang banyak digemari oleh masyarakat barat.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline.com: Pengertian dan Sejarah Singkat Longtorso

Kategori
Tak Berkategori

Perbedaan Butik, Modiste dan Konveksi

Anda mungkin tidak asing lagi dengan istilah atau nama usaha di bidang fashion seperti butik, modiste dan konveksi.

Butik, modiste, dan konveksi merupakan beberapa macam usaha yang meski sama-sama menjual busana namun pada dasarnya ketiga usaha tersebut memiliki sejumlah perbedaan yang cukup signifikan baik dari segi model baju yang diproduksi maupun kualitas busana yang dijual.

Perbedaan Butik, Modiste, dan Konveksi

Sumber : https://www.swiss.com/

Butik

Butik merupakan sebuah toko pakaian yang menyediakan berbagai macam model baju yang berkualitas tinggi dan ekslusif, termasuk pelengkap pakaian yang terdiri dari sepatu, sandal, tas, ikat pinggang, manset, hairpiece, dan dasi. Busana yang dijual biasanya bersifat sangat eksklusif, dijahit halus dan tidak diproduksi secara massal.

Perbedaan Butik, Modiste, dan Konveksi

Sumber : http://argainterior.com/

Ciri-Ciri Busana Butik

  • Jahitan dan penyelesaiannya lebih banyak dikerjakan dengan tangan.
  • Ukuran busana butik biasanya dibuat berdasarkan ukuran tubuh tertentu atau disesuaikan dengan ukuran standard dunia mode.
  • Karena dibuat oleh seorang perancang busana modelnya cenderung unik dan tidak pasaran.
  • Pakaian butik hanya diproduksi satu potong hingga tiga potong untuk satu model. Semakin sedikit diproduksi, semakin eksklusif butik tersebut.
  • Butik-butik paling eksklusif umumnya hanya membuat satu setel busana dari satu model, lengkap dengan sepatu, tas tangan, kalung, dan gelang yang senada dengan tema busana.
  • Busana butik termasuk jenis adi busana (haute couture), oleh sebab itulah harga jualnya relatif sangat mahal.

Perbedaan Butik, Modiste, dan Konveksi

Sumber : http://beoclick.rs/

Modiste

Modiste merupakan istilah yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan seorang wanita yang ahli dalam membuat pakaian wanita. Dalam artian modiste sendiri merupakan nama profesi penjahit. Busana yang dijahit oleh seorang modiste yaitu berupa busana yang dijahit halus berdasarkan permintaan pelanggan.

Perbedaan Butik, Modiste, dan Konveksi

Sumber : http://www.thisisbramhall.com/

Ciri-Ciri Busana Buatan Modiste

  • Walaupun dijahit dengan mesin, jahitan busana modiste terbilang halus.
  • Model baju yang dibuat didesain berdasarkan permintaan pelanggan. Oleh karena itu, model busana yang dihasilkan tidak selalu unik karena tergantung selera pelanggan.
  • Ukuran busana dibuat berdasarkan ukuran tubuh pelanggan.
  • Tarif yang ditetapkan oleh modiste modiste sangat bervariasi. Semakin halus jahitan seorang modiste, semakin tinggi ongkos jahitnya.

Perbedaan Butik, Modiste, dan Konveksi

Sumber : http://elizabethhaydnstyle.blogspot.co.id/

Konveksi

Konveksi dapat didefinisikan sebagai industri kecil skala rumah tangga yang melayani pembuatan pakaian jadi seperti kaus, kemeja, celana, jaket dan sebagainya. Pakaian konveksi tidak diukur menurut pesanan, tetapi menurut ukuran standar yang sudah ditentukan (S, M, L, XL).

Perbedaan Butik, Modiste, dan Konveksi

Sumber : http://www.konveksian.com/

Ciri-Ciri Busana Konveksi

  • Busana konveksi biasanya dijahit dalam partai besar oleh pabrik atau industri kecil.
  • Proses pengerjaan dan penyelesaian jahitannya secara keseluruhan dilakukan dengan menggunakan mesin industri.
  • Setik jahit yang dihasilkan biasanya berjarak panjang dan tampak dari bagian luar busana.
  • Ongkos jahit konveksi biasanya cenderung lebih murah dan dapat dijangkau oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.

Perbedaan Butik, Modiste, dan Konveksi

Sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline.com: Perbedaan Butik, Modiste dan Konveksi

Kategori
Tak Berkategori

Perbedaan Longtorso dan Bustier

Longtorso dan bustier merupakan dua macam model pakaian wanita yang biasa digunakan untuk menyempurnakan bentuk tubuh supaya terkesan lebih ramping dan proporsional saat memakai kebaya. Meski sama-sama memiliki kemiripan bentuk dengan longtorso, namun sebenarnya bustier tidak hanya dapat digunakan dengan kebaya saja. Tetapi juga bisa dikombinasikan dengan gaun.

Perbedaan Bustier dan Longtorso

Sumber : http://inadedesign.blogspot.co.id/

Beberapa wanita yang kurang begitu akrab dengan dunia kebaya, mungkin akan mengalami sedikit kesulitan untuk membedakan kedua jenis pelengkap kebaya tersebut. Supaya tidak salah sebut, ada baiknya jika anda menyimak terlebih dahulu pembahasan mengenai perbedaan longtorso dan bustier berikut ini.

Perbedaan Bustier dan Longtorso

Sumber : https://www.tokopedia.com/

Longtorso

  • Jenis kain yang digunakan untuk membuat longtorso yaitu berupa bahan pelapis yang relatif tipis seperti renda.
  • Longtorso umumnya banyak digunakan sebagai dalaman pada kebaya-kebaya tradisional yang tidak transparan.
  • Ketersediaan warnanya sangat terbatas. Hanya tersedia dalam warna krem, warna kulit, warna hitam dan putih.
  • Lebih nyaman dipakai karena bahan yang digunakan untuk menyangga tidak terlalu kaku.
  • Dapat dijumpai dengan mudah di toko-toko yang menjual pakaian dalam untuk wanita.

Perbedaan Bustier dan Longtorso

Sumber : https://www.tokopedia.com/

Bustier

  • Jenis kain yang digunakan untuk membuat bustier umumnya memiliki karakteristik yang cenderung lebih tebal dibanding bahan longtorso. Bisa menggunakan bahan santung, raw silk, maupun thaisilk.
  • Bustier sangat sesuai jika digunakan pada kebaya yang terbuat dari bahan brokat atau tule
  • Selain digunakan sebagai pasangan kebaya, bustier juga bisa digunakan bersama dengan model baju lainnya separti gaun malam.
  • Tampilan bustier terkesan lebih modern dan elegan karena biasanya dilengkapi dengan hiasan payet atau bordir.
  • Bahan yang digunakan untuk peyangga bustier cenderung lebih kuat dan membuat dada lebih berisi karena terbuat dari kawat atau rangkaian tulang.
  • Ketersediaan warnanya lebih variatif dan bisa dipilih sesuai dengan warna gaun atau kebaya.
  • Bustier bisa dipesan melalui penjahit kebaya.

Perbedaan Bustier dan Longtorso

Sumber  : https://diskon.com/

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline.com: 12 Perbedaan Longtorso dan Bustier

Kategori
Tak Berkategori

Desain Hiasan BUsana

1. Pengertian desain hiasan busana
Desain hiasan busana adalah suatu rancangan gambar yang nantinya akan diwujudkan dengan tujuan untuk memperindah suatu penampilan busana dengan menerapkan tehnik sulaman.
Suatu desain yang baik akan memperlihatkan susunan yang teratur dari bahan – bahan yang dipergunakan sehingga menghasilkan suatu benda yang indah.
Menurut Chotijah ( 1981 h.5 ) ada 2 macam desain yaitu :
1) Desain struktur. Desain stuktur (struktural design) ialah susunan dari garis, bentuk,warna dan tekstur dari suatu benda yang mempunyai ruang maupun gambaran dari suatu benda.
2) Desain hiasan. Desain hiasan ( decorative design ) adalah desain yang bertujuan untuk memperindah suatu benda.

2. Prinsip – prinsip desain

Prinsip desain adalah merupakan suatu cara penggunaan dan pengkombinasian unsur – unsur desain ( garis, arah, bentuk, ukuran, tekstur,nilai gelap terang dan warna ) menurut prosedur tertentu.

Adapun prinsip – prinsip desain itu meliputi :
1. Harmoni
2. Proporsi
3. Keseimbangan
4. Irama
5. Aksen
Dalam pembuatan desain hiasan pada busana, pemahaman akan prinsip – prinsip desain sangatlah penting agar karya yang dihasilkan lebih menarik dan serasi.

Keseimbangan

Keseimbangan dipergunakan untuk memberikan perasan tenang dan stabil. Pengaruh ketenangan dan kestabilan ini dapat dicapai dengan pengelompokan bentuk, warna dan garis yang menimbulkan perhatian yang sama pada bagian kiri dan kanan dari titik pusat atau tengah.

Ada 3 jenis keseimbangan yaitu :
a. Keseimbangan formal
yaitu apabila obyek dari bagian kiri dan kanan garis tengah pusat suatu desain sama jaraknya.
b. Keseimbangan informal ( occult )
yaitu beberapa obyek yang sama dan tidak serupa diletakkan pada jarak yang berbeda dari pusat.
c. Keseimbangan obvicus
yaitu obyek / motif bagian kiri dan bagian kanan tidak sama tetapi memiliki daya tarik yang sama.

harmoni

4. Irama

Irama dapat diartikan sebagai suatu bentuk pergerakan. Namun tidak semua bentuk pergerakan dalam desain disebut irama.
Empat cara pencapaian bentuk irama adalah sebagai berikut :

a. pengulangan bentuk
b. peralihan ukuran
c. pergerakan garis yang tak putus
d. radiasi

Penjelasan
a. Pengulangan bentuk
Proporsi yang baik perlu disertai dengan pengulangan bentuk agar menghasilkan sesuatu yang indah. Hal ini dapat dilakukan secara monoton atau bervariasi.
Contoh : – motif hiasan berserak
– hiasan pinggiran.
b. Peralihan ukuran
Peralihan ukuran dapat dilakukan secara monoton maupun bervariasi. Hal ini tergantung pada bagian busana yang akan dihias.
Contoh : – hiasan terletak di bagian dada berbeda ukurannya dengan yang terletak di lengan.
– hiasan pada sisi badan akan berbeda ukuran dengan yang terletak pada saku
c. Pergerakan garis yang tak putus
Adalah pergerakan motif hiasan yang membentuk efek garis yang tidak putus, dapat merupakan garis lurus atau lengkung. Dapat juga berupa alur motif.
Contoh : – motif pada garis leher ke tengah muka hingga bagian bawah kebaya yang tidak putus.
– berupa teknik hiasan melekatkan benang, pita atau pita biku.

pengulangan bentuk

d. Radiasi
Merupakan pergerakan yang memancar dari satu titik / sumber.
Contoh : – motif memancar dari garis leher.
– motif memancar dari pinggang

radiasi

5. Aksen
Aksen dapat disebut juga pusat perhatian emphasis atau center of interest.
Aksen merupakan pusat perhatian dalam satu susunan yang utuh
Aksen dapat diperoleh lewat pnggunaan warna, motif, garis, hiasan maupun ukuran yang kontras. Penempatan aksen hiasan pada busana sangatlah perlu agar busana memiliki daya tarik tersendiri, dalam satu busana cukup satu point interest saja.
Aksen pada busana dapat digunakan untuk menyiasati kekurangan dari si pemakai.
Contoh : – untuk leher yang pendek pindahkan pusat perhatian dengan menempatkan motif hiasan pada tengah muka blus.
– untuk bentuk tubuh besar pada bagian atas tempatkan pusat perhatian pada ujung gaun.

 

 

 

Kategori
Pengetahuan

KERUSAKAN KECIL PADA MESIN JAHIT

Sangat mengesalkan jika saat sedang asyik menjahit tiba-tiba hasil jahitan kita menjadi kurang bagus hanya dikarenakan mesin jahit kita yang mengalami masalah. Terlebih apabila kita baru belajar menjahit, hal-hal tersebut bisa menurunkan semangat menjahit kita yang tadinya berapi-api menjadi pudar.
Berikut beberapa informasi mengenai 6 kerusakan yang biasa terjadi pada mesin jahit dan bagaimana cara mempebaikinya.

Benang jahitan atas sering putus.

Penyebab gangguan : pertama karena benang jahit menyangkut akibat menjahit dengan arah yang salah (putaran kebalik).  Penyebab kedua memasang jarum terlalu kebawah menyebabkan ketegangan benang terlalu besar dan mudah putus. Penyebab ketiga benang terlalu kasar atau terlalu halus, tidak sesuai dengan jenis kain yang dijahit, serasikan antara benang dan kain yang dijahit, serta nomer jarumnya.

Solusi:
  1. Pastikan putaran roda mesin tidak terbalik meski hanya sebentar (beberapa putaran)
  2. Pastikan posisi jarum mesin jahit sudah tepat pada tempatnya, tidak terlalu tinggi tidak terlalu rendah.
  3. Sesuaikan nomor benang dan nomor jarum sesuai dengan kain yang dijahit.

Benang jahit bawah sering putus

Penyebab gangguan : benang bawah digulung pada spul/kumparan dengan tidak rapi, tegangan benang pada sekoci terlalu besar, atau putaran benang bawah kebalik (seharusnya putaran kumparan benang berlawanan arah jarum jam), atau sebab lain jalur benang tidak sempurna melewati rumah sekoci.
Solusi:
  1. Periksa pemasangan spul benang pada sekoci, bila benang ditarik pastikan arah putaran spul berlawanan arah jarum jam
  2. Pastikan jalur benang bawah sudah terpasang melewati rumah sekoci dengan benar

Hasil jahitan tidak kuat/ kendur.

Penyebab gangguan : karena benang atas dan bawah tidak seimbang (kencang sebelah).
Solusi:
  1. Sesuaikan tegangan benang atas menjadi seimbang dengan tegangan benang bawah
  2. Bila benang atas kendur, putar ke kanan pengatur tegangan benang atas, sampai hasil jahitan kuat dan kenceng rata.
  3. Bila benang atas terlalu kenceng, putar ke kiri pengatur tegangan benang atas, sampai hasil jahitan kuat dan kenceng rata.
  4. Hasil jahitan bisa kuat dan rata bila ketegangan benang atas dan ketegangan benang bawah seimbang, sama seretnya, pada tingkat keseretan yang pas.

Kain hasil jahitan mengerut secara merata

Penyebab gangguan : karena tegangan benang terlalu kuat.  Lazimnya disebabkan karena ada kesalahan memasang benang bawah, bisa spul terbalik atau benang tidak melewati jalan yang benar sehingga ketegangan benang bawah terlalu kuat, tetapi diimbangi dengan memutar pengatur ketegangan benang atas sampai seimbang ketegangan benangnya.  Akibatnya ketegangan benang atas dan bawah bisa seim-bang tetapi terlalu kuat ketegangan benangnya, hasil jahitan yang terlalu kuat bisa membuat kain hasil jahitan berkerut-kerut merata sepanjang jahitan.
Solusi:
  1. Periksa kembali sekoci mesin, pastikan posisi benang bawah sudah mapan tidak terlalu seret tarikannya
  2. Putar ke kiri pengatur ketegangan benang atas sampai keseimbangan ketegangan benang serasi dengan benang bawah.

Kain hasil jahitan mengerut tidak merata (kerutannya loncat-loncat)

Penyebab gangguan : karena jarum mesin jahit sudah tumpul, sudah tidak tajam lagi.  Ketika jarum jatuh disela kain yang dijahit, hasilnya jahitan normal. Tetapi ketika jarum yang tumpul tepat jatuh pada posisi benang anyaman kain, maka kain akan tertarik ikut benang tumpul, dan terjadi kerutan, karena itu kerutannya meloncat-loncat.

Solusi:
  1. Ganti jarum mesin jahit dengan yang masih tajam. Pilih jarum mesin yang berkualitas agar tajamnya lebih tahan lama.

Mesin tidak lancar dan berisik.

Penyebab gangguan : karena mesin jahit kering (kurang minyak pelumas) atau ada sisa benang-benang lepas yang tersangkut di mesin atau ada penumpukan debu dan sisa serat kain pada gigi mesin.
Solusi:
  1. Bersihkan mesin jahit dari serat-serat kain dan benang yang tertinggal diseputar gigi-gigi mesin menggunakan kuas.
  2. Beri minyak pelumas pada throat plate (penutup gigi) dengan pelumas yang berkualitas baik. (bila perlu, sebelum membersihkan mesin lepaskan dulu penutup gigi dengan melepaskan dua baut yang terpasang di penutup gigi).
  3. Beri minyak pelumas pada bagian-bagian mesin yang menimbulkan gesekan pada waktu mesin sedang berputar.

Demikianlah beberapa macam kerusakan pada mesin jahit dan cara memperbaikinya, semoga bermanfaat.

Kategori
Tak Berkategori

SIMBOL-SIMBOL PEMELIHARAAN PAKAIAN

Pakaian yang kita miliki seperti kemeja, celana, handuk dan lain sebagainya, biasanya tercantum sebuah label pemeliharaan di bagian dalamnya. Label ini berisi simbol-simbol yang menuntun kita dalam memelihara pakaian tersebut agar awet dan tahan lama. Karena setiap pakaian terbuat dari bahan baku yang berbeda sehingga diperlukan perlakuan khusus untuk masing-masing jenis kain. Misalnya saja, ada pakaian yang terbuat dari kain nilon, sutera, wol, katun, linen dan lain-lain.

Simbol-simbol yang ada di label pakaian tersebut biasanya juga dilengkapi dengan keterangan singkat yang menjelaskan arti dari simbol-simbol yang tercantum di label tersebut. Simbol-simbol pemeliharaan pakaian ini banyak ragamnya. Simbol-simbol ini biasanya terbagi beberapa kelompok, yaitu temperatur penyetrikaan, pencucian, dry cleaning, pengeringan, dan pemerasan.

a. Simbol pencucian

Kalau pada simbol bak cuci terdapat gambar tangan, berarti pakaian ini dicuci dengan tangan atau manual tidak boleh dengan mesin cuci.

cuci umum

Pencucian basah

pencucian basah

Pencucian kering

Dry Clean merupakan cara mencuci untuk menghilangkan noda-noda yang membandel seperti tanah liat, cat atau bahan kimia yang tumpah dan menempel pada pakaian dengan menggunakan sedikit air atau tanpa air sama sekali. Cara mencuci seperti ini dapat membuat warna pakaian pudar dan mengerut. Kalau ada gambar lingkaran, berarti pakaian ini boleh di-dry cleaning. Sedangkan jika logo lingkaran tersebut diberi tanda silang artinya pakaian tersebut tidak boleh di-dry cleaning.

pencucian kering 1

pencucian kering 2

Suhu pencucian

Simbol temperatur menunjukkan suhu atau temperatur yang dibutuhkan atau yang dapat ditolerir oleh pakaian tersebut. Jika tak ada tanda-tanda pada simbol bak berisi air, maka kita mencuci pakaian tersebut dengan suhu normal.

pencucian

b. Simbol pengelantangan

pengelantangan

c. Simbol pengeringan

Panduan untuk mengeringkan pakaian ini digambarkan dengan logo lingkaran dalam persegi. Pakaian harus dikeringkan dengan suhu rendah bila hanya ada satu titik dalam lingkaran. Sedangkan jika ada tanda silang pada logo, berarti pakaian tidak boleh dikeringkan dengan mesin.

pengeringan putar.

d. Simbol suhu penyetrikaan

Jika ada satu titik di dalam logo setrika, berarti pakaian disetrika dengan suhu rendah. Makin banyak titiknya, makin tinggi derajat suhunya. Bila gambar setrika diberi tanda silang artinya pakaian tidak boleh disetrika.

Penyetrikaan

Kategori
Pengetahuan

ALUR PROSES GARMEN

Garment manufacture adalah sistem manufaktur atau sistem produksi massal terhadap produk garmen atau pakaian. Sedangkan teknologi garmen adalah ilmu yang mempelajari tentang teknologi atau teknik-teknik dalam proses pembuatan pakaian.
Bangsa Indonesia telah mulai menerapkan garment manufacturing system sejak pertengahan tahun 70-an terutama untuk produk pakaian olah raga (sport wear) dan pakaian dalam (under wear).

A. PERBEDAAN GARMEN DENGAN TAILOR

BEDA GARMEN DAN

BEDA GARKON

B. Beberapa tugas di garmen

a. Merchandise : menghitung seluruh biaya saat perencanaan produksi dengan tujuan agar biaya produksi rendah sehingga perusahaan untung.

b. Marketing : pemasaran hasil produksi

c. Bentuk organisasi Tergantung:
• Jumlah mesin  setiap unit mesin mampu memproduksi rata – rata 15 potong kemeja/shift kerja.
• Kapasitas produksi
• jenis produksi

d. Bagian perancangan/Designer
• Menggambar
• Melihat trend mode
• Mewujudkan rancangan menjadi pakaian

e. Advertising  untuk memperkenalkan dan mempengaruhi calon pembeli terhadap hasil produksi dengan cara fashion show dan promosi dalam bentuk lain.

 

alur garmen

add ketrg

Semua proses di atas dapat dijelaskan secara detail sebagai berikut :

1. Pattern Making process adalah membuat rencana / rancangan bentuk pakaian

2. Making sample adalah proses pembuatan pola sesuai dengan style/desain dan ukuran/work sheet dalam pembuatan top sample minimal 4 pieces per size, dan hasil sample tersebut di cek oleh merchandiser dan buyer. Sample yang telah disetujui/approved langsung diproduksi secara masal, tetapi kalau tidak disetujui harus membuat sample lagi sampai di setujui/approved.

3. Cutting adalah proses pemotongan kain, yang meliputi:
a. Marker : Proses meng copy pola sesuai dengan kebutuhannya
b. Spreading : proses penggelaran kain lembar demi lembar menjadi
tumpukan kain, sesuai dengan kebutuhan.
c. Bundling : proses pemberian tanda pada komponen–komponen pola marker yang siap akan di potong
Contoh bundling :
1) Style = Seragam
2) Size/ukuran = L
3) Tahap = I
4) Bendel = 2
5) No seri = 345 – 479
6) Jumlah = 135
7) Komponen = Kantong
8) Warna = blue (Biru)
d. Numbering : proses pemberian nomor pada bagian komponen–komponen pola sesuai dengan urutannya saat penggelaran kain lembar demi lembar menjadi tumpukan banyak, misal 125 lembar setiap tumpukan. Berarti pola kemeja body depan kiri sebanyak 125 lembar, maka harus di beri nomor dari lembar 1 s.d. 125. Ini dilakukan pada setiap komponen.

Contoh komponen hasil potong kemeja lengan pendek terdiri dari :
1) Body depan kanan dan kiri
2) Body belakang
3) Lengan kiri dan kanan
4) Kantong
5) Daun kerah dan kaki kerah

4. Sewing adalah proses menjahit atau mengabungkan komponen pakaian yang telah dipotong menjadi pakaian jadi yang meliputi:

a. Cek komponen : proses mengecek komponen pola yang diterima dari cutting, berapa jumlah komponen sebuah pakaian
b. Cek Bendel : proses mengecek komponen pakaian, komponen demi komponen.
c. Layout mesin : menata dan mengurutkan mesin sesuai dengan urutan proses penjahitan pakaian.
d. Trimming : proses pemotongan benang dari sisa–sisa jahitan
e. QC sewing : proses pengecekan/pengendalian mutu pakaian yang sedang proses dan sudah selesai diproses dan siap di transfer ke proses finishing

5. Finishing adalah proses penyempurnaan pakaian jadi, meliputi:

a. Ironing : proses untuk merapikan pakaian dengan penyeterikaan, dan selanjutnya di hand tack.
b. QC finishing : proses pengecekan pakaian sebelum ditransfer ke packing
c. Packing : proses mengemas pakaian dalam plastik atau dengan hanger, juga pemberian aksesoris, pita, bunga, solasi dll, kemudian dikelompokan sesuai dengan ukurannya dan siap untuk dipasarkan.

contoh tt ltk

Contoh untuk membuat kemeja membutuhkan mesin
a. Lock Stitch/Single Needle (SN)
b. Over Lock Stitch
c. Button Sewing Machine
d. Button Hole Sewing Machine
e. Chain Stitch
f. Double Needle (untuk pembuatan jeans)
E. Raw Material/Bahan baku

Bahan baku/raw material yang berada di dalam gudang sebelum masuk proses produksi, diperiksa kualitasnya untuk hal-hal sebagai berikut :
1. Bentuk gulungan kain
2. Shading/matching warna (kesamaan dan kerataan warna kain)
3. Lebar kain
4. Panjang kain
5. Corak/ Motif kain
6. Benang jahit / sewing thread (warna, nomor atau kehalusan)
7. Kancing (button)
8. Resluiting/zipper
9. Gulungan kain, semakin panjang gulungan kain semakin tinggi efisiensi
bentuk gulungan kain

Nomor 1 – 13 bisa saja terdapat dalam satu pabrik, yang penting diperhatikan adalah : jenis mesin, bahan/fabric, untuk proses masing-masing akan berbeda.
F. BEBERAPA JENIS PRODUK DARI INDUSTRI GARMEN (Clothing Industries) :

1. Water proof outwear (pakaian anti air) : jas hujan/mantel
2. Men’s tailor outwear (pakaian luar pria) : jaket
3. Women’s tailor(pakaian wanita) : jas/blazer
4. Casual clothing and sportswear (pakaian santai & olahraga) : T- shirt, Polo shirt, pants, shorts dll
5. Shirt : kemeja
6. Blouse : blous
7. Dresses : pakaian wanita
8. Underwear : pakaian dalam
9. Foundation Garment (terdapat dalam jas/blazer) : Kemeja, blouse, skirt
10. Lingerie (Pakaian tidur wanita) & Pajamas (pakaian tidur pria)
11. Children wear (pakaian anak-anak)
12. Work Clothes & Uniform (pakaian kerja dan seragam)
13. Knit wear (clothing yang berasal dari knitted fabric/rajutan), baik untuk dewasa/adults maupun anak-anak/children.
G. PEMBUATAN KERTAS MARKA

kertas marka/“marker paper“ adalah kertas yang sangat panjang dan lebarnya sama dengan lebar kain, untuk menjiplak pola dan disusun ke arah lusi (panjang kain) dan ke arah pakan (lebar kain).

alur singkat

Keterangan :

Spreading = proses menggelar kain lembar demi lembar menjadi tumpukan kain
Cutting = proses pemotongan kain mengikuti garis-garis pola pada kertas
marka
Sewing = proses menjahit komponen dan merakitnya hingga menjadi pakaian lengkap
finishing = proses penyempurnaan; trimming, ironing, folding, tickets, label, dll.
Packaging = proses pembungkusan dengan plastik dan masukkan ke carton box
Shipping = pengapalan/pengiriman barang kepada konsumen.

Kategori
Tak Berkategori

Model Busana Loose Fit

Loose fit merupakan istilah yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan sebuah model pakaian yang berpotongan cukup longgar. Proporsi pakaian loose fit yang sedikit berlebih, membuat tubuh menjadi lebih rileks dan dapat melakukan berbagai macam gerakan dengan leluasa.

Loose Fit

Sumber : http://www.aliexpress.com/

Model pakaian loose fit yang didesain oleh para fashion designer sendiri sangat bervariasi dan dapat dipilih sesuai kebutuhan pemakainya, mulai dari celana, kaos, kemeja, dress, hingga cardigan.

Loose Fit

Sumber : http://www.uotimedress.com/

Selain memberikan rasa nyaman terhadap tubuh pemakainya, model pakaian loose fit ini juga bisa dijadikan alternatif pilihan untuk para wanita yang aktif dan energik. Karena alasan itulah sejumlah item fashion loose fit tersebut semakin diminati oleh banyak orang sebagai pelengkap gaya busana mereka.

Loose Fit

Sumber : https://www.pinterest.com/

Sahabat semua bisa bereksperimen dengan mengkombinsaikan penggunaan celana loose fit yang memiliki potongan longgar dari pinggul sampai bagian kaki dengan kemeja sebagai pakaian kerja.

Loose Fit

Sumber : http://www.chictopia.com/

Untuk menyamarkan bentuk tubuh anda yang cenderung besar, sahabat semua bisa mensiasatinya dengan mengenakan model baju loose fit yang berpotongan longgar seperti cardigan dan menambahkan aksen belt untuk membentuk lekukan pada bagian pinggang.

Loose Fit

Sumber : http://www.aliexpress.com/

Khusus untuk anda yang berhijab, sahabat semua juga bisa tetap tampil modis dan stylish dalam balutan busana loose fit yang dipadukan dengan hijab dan aksesoris lain dalam warna yang senada.

Loose Fit

Sumber : http://girlshijab.com/

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline.com: Model Busana Loose Fit