Pengepressan

Pengepressan atau fusing merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan dari proses produksi busana dengan variasi desain yang akan dibuat. Proses ini dilakukan untuk adhesives / daya  rekat terhadap interlining yang akan dipakai dalam pembuatan busana. Pemilihan dan penggunaan mesin disesuaikan dengan persyaratan produk dan prosedur kerja.

Kriteria keberhasilan dalam melakukan pengepressan dapat ditunjukkan pada :

  • saat pengaturan suhu dan alat pengepres pada waktu pelaksanaan,
  • kesesuaian dengan persyaratan produk,
  • tekanan dan daya lekat dengan spesifikasi bahan yang digunakan dan
  • saat prodedur kerja berlangsung.

Untuk menghasilkan pengepressan yang maksimal dibutuhkan kemampuan tentang jenis-jenis dan sifat bahan tekstil dan tingkatan daya rekat viselin, kain keras.

Pengepressan dapat berhasil dengan baik apabila ada kesesuaian antara bahan utama yang digunakan dengan bahan interlining yang dipakai dengan tehnik fusing yang tepat. Contohnya pada pembuatan kemeja biasanya menggunakan adhesives  yang mempunyai density tinggi yaitu mempunyai daya tahan yang tinggi pada proses pencucian. Bentuk dari resin perekat yang ideal untuk fuse interlining pada kemeja adalah DOTS dan NET.

Indikator dari ketidakberhasilan dalam pengepressan dapat dilihat dari hasil pengepressan yang timbul gelembung karena kurang panas sehingga viselin mudah lepas, permukaan kain kendur.  Oleh karena itu untuk menghasilkan pengepressan yang baik kita harus memilih interlining yang mengandung daya perekat/adhesives.

Berikut tipe-tipe daya perekat dan cara fusing untuk menghasilkan pengepressan yang bagus :

  1. tipe polyamides ( nylon), menggunakan tehnik fusing temperature yang rendah kurang dari 100, pada jenis ini daya rekat akan bertambah kuat apabila dilakukan penguapan pada saat fusing, hasil dari pengepressan ini tidak boleh dikucek.
  2. tipe polyving/chlorides, menggunakan tehnik fusing temperature yang rendah kurang dari 120, kekuatan daya rekat tergantung pada penyampuran unsur plastik dengan softener, akan menimbulkan bau saat fusing karena adanya proses penguapan pada unsure plastik, daya rekat akan makin bertambah setelah dilakukan dry clean. Hasil bisa direndam pakai sabun detergen bubuk biasanya digunakan pada pembuatan jaket.
  3. Tipe polyethenes ( low density), menggunakan tehnik fusing temperature 120-140, menggunakan tekanan yang rendah pada proses fusing, pada temperature ini resin akan melebur, hasil tidak boleh di dry clean.
  4. Tipe poliythenes ( high density ), menggunakan tehnik fusing temperature 150-170, menggunakan temperature dan tekananfusing yang tinggi, hasil dapat dicuci manual ataupun di dry clean.
  5. Tipe polyester, menggunakan temperatur rendah terutama ideal untuk fusing pada jenis bahan polyester, hasil busana mempunyai daya tahan yang tinggi   pada proses pencucian, biasanya dilakukan untuk pembuatan kemeja.

Sebelum melakukan pengepressan kita harus memahami elemen-elemen mesin fusing agar menghasilkan pengepressan yang baik. Elemen fusing terdiri dari :

  1. Heater/pemanas, berfungsi untuk mengatur kestabilan temperature atau suhu, dan menjaga kehalusan perekta dari fusing interlining.
  2. pressure/tekanan, berfungsi dalam distribusi  dalam distribusi dan pengikatan yang merata antara fabric/kain dengan interlining.
  3. timer, berfungsi untuk  mengontrol perputaran atau kecepatan waktu dari fusing

Jenis interlining yang dipilih juga dapat menentukan keindahan hasil fusing yang akan dinikmati oleh konsumen. Hasil fusing yang maksimal akan memberikan kenyamanan konsumen saat menggunakannya dan mudah dalam perawatannya.

Beberapa hal yang menentukan hasil fusing yang memudahkan dalam penangannya :

  • penentuan jenis kain ( woven fabric, knitted fabric atau non woven fabric ), daya rekat berdasarkan jenis dan bentuk perekat serta performance kekuatan daya rekat, daya tahan, daya jahit dan bentuk akhir setelah difuse.
  • jenis bahan ( material, konstruksi dan finishing dari kain ) yang akan digunakan membuat busana ( formal, kasual, sport, dress, shirt, blouse dll ) dan penentuan komponen yang akan dipressing/fusing ( front, collar, cuff )

Demikian sekilas tentang pengepressan, semoga bermanfaat !!!

Salam belajar cerdas dan terus berkarya …..

 

Iklan

Tentang ysetianingsih

Saya bekerja sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Purwojati jurusan TATA BUSANA. Mulai bertugas di SMK ini sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Pos ini dipublikasikan di materi belajar. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s