Penerapan Unsur Dan Prinsip Desain Busana

Ketika anda akan mendesain busana, perhatikan penerapan unsur dan prinsip desainnya.Dengan adanya unsur desain anda dapat melihat wujud dari desain yang dibuat dan dengan memperhatikan prinsip-prinsip desain, sebuah rancangan busana yang anda ciptakan dapat lebih indah dan sempurna.

Sumber: Fitinline.com: Penerapan Unsur Dan Prinsip Desain Busana

Hal yang perlu diperhatikan ketika anda akan mendesain busana adalah unsur-unsur dan prinsip-prinsip desain. Kedua elemen tersebut sangat menentukan bagaimana hasil desain busana yang akan dibuat. Dengan adanya unsur desain anda dapat melihat wujud dari desain yang dibuat dan dengan memperhatikan prinsip-prinsip desain, sebuah rancangan busana yang anda ciptakan dapat lebih indah dan sempurna.

Pada desain busana, setiap unsur atau karya yang akan diwujudkan hendaklah mudah dibaca atau dipahami desainnya oleh orang lain dan sesuai dengan siapa orang yang akan memakainya. Hal tersebut penting karena setiap orang mempunyai bentuk tubuh yang tidak sama sehingga untuk menutupi kekurangan atau menonjolkan kelebihan si pemakai dapat menggunakan unsur-unsur dan prinsip-prinsip desain yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Misal, penerapan unsur garis sangat penting dalam desain karena dengan garis anda dapat menghasilkan sebuah rancangan busana yang menarik, begitu juga dengan unsur-unsur desain lainnya. Garis busana yang perlu diperhatikan yaitu berupa siluet pakaian atau garis luar pakaian dan garis bagian-bagian busana seperti kerah, lengan, garis hias (contoh, garis princes, garis empire) dan lain sebagainya.

Contoh Siluet H

Contoh Siluet H

Sumber: http://fitinline.com

Siluet pakaian dibuat hendaklah disesuaikan dengan bentuk tubuh si pemakai dan sesuai dengan trend mode saat itu. Seperti untuk orang yang bertubuh kurus hendaknya jangan menggunakan siluet I karena memberi kesan lebih kurus, begitu juga sebaliknya orang yang bertubuh gemuk hendaklah menghindari pakaian dengan siluet S karena gelombang-gelombang pada pakaian memberi kesan tambah menggemukkan.

Begitu juga dengan warna dan tekstur serta unsur-unsur lainnya. Warna dan tekstur ini perlu disesuaikan dengan banyak faktor seperti warna kulit, kesempatan pemakaian, bentuk tubuh dan lain-lain. Jadi, setiap sifat atau watak dari masing-masing unsur dapat dimanfaatkan untuk menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan yang dimiliki si pemakai.

Seorang perancang atau desainer juga harus mempunyai pengetahuan tentang menjahit agar dapat menuangkan idenya dengan lebih kreatif dan rancangan ini dapat dibuat menjadi sebuah pakaian, dengan kata lain setiap garis-garis busana yang dibuat benar-benar dapat diwujudkan menjadi benda yang sesungguhnya. Jadi, setiap garis atau bentuk yang dirancang tidak hanya indah di atas kertas saja, tetapi orang lain juga dapat memahami desainnya untuk diwujudkan ke bentuk yang sebenarnya.

Setiap unsur-unsur desain disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah rancangan yang indah. Namun ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Agar susunan setiap unsur ini indah maka diperlukan cara-cara tertentu yang dikenal dengan prinsip-prinsip desain. Setiap prinsip ini tidak digunakan secara terpisah-pisah melainkan satu kesatuan dalam suatu desain. Prinsip-prinsip ini yaitu harmoni, proporsi, balance, irama, aksen, dan unity. Sebuah desain yang dirancang tentunya ada ide-ide yang ditonjolkan. Misalnya ide busana wanita dengan lipit-lipit. Agar busana tersebut terlihat harmoni (serasi), bagian busana hendaklah juga menggunakan lipit yang bila dilihat tidak terlalu berlebihan. Janganlah menggunakan lipit pada rok kemudian kerut pada lengan, tentunya akan terlihat tidak harmoni. Begitu juga garis hias, apabila menggunakan garis yang melengkung, sebaiknya juga disesuaikan dengan garis leher atau bentuk kerah dan juga ujung bawah pakaian. Pilihlah kerah atau ujung bawah baju yang bagian ujungnya juga melengkung sehingga terlihat serasi.

Begitu juga dengan prinsip proporsi, agar setiap bagian terlihat proporsional maka susunlah setiap bagian tersebut dengan baik. Misalnya orang yang bertubuh kurus, jangan gunakan motif yang membuatnya tambah kurus atau motif garis vertikal dan lain-lain. Penempatan setiap bagian juga perlu diperhatikan keseimbangannya, misalnya keseimbangan simetris atau asimetris.

Contoh Busana Asimetris

Contoh Busana Asimetris

Sumber: http://gayahidup.plasa.msn.com

Irama pada desain juga perlu diperhatikan, anda bisa memilih salah satu irama pada pakaian yang diinginkan misalnya ada pengulangan bentuk seperti ada rimpel kecil yang dibuat pada garis leher maka diberi pengulangannya dengan membuat rimpel kecil juga pada ujung lengan. Kita bisa memilih salah satu irama yang diinginkan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah adanya kesatuan pada setiap unsur yang ada dalam desain. Semoga bermanfaat.

Iklan

Tentang ysetianingsih

Saya bekerja sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Purwojati jurusan TATA BUSANA. Mulai bertugas di SMK ini sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s