FINISHING

Finishing adalah proses penyempurnaan pakaian/garmen. Finishing pada proses garmen yang perlu diperhatikan yaitu menyeterika, selain kualitas pada proses produksi, juga harus memperhatikan keindahan dan kerapian pakaian. Karena keindahan dan kerapian pakaian/garmen merupakan salah satu komponen quality.

A. Teknik Menyeterika/Ironing

Bagian finishing menerima pakaian/garmen dari line sewing (penjahitan) yang sudah dilakukan trimming, dan sudah dicek oleh QC inline sewing. Pada saat akan melakukan proses setrika harus dilihat lebih dahulu jenis bahan baku (serat) dari kain yang akan disetrika untuk menentukan temperatur yang tepat pada mesin seterika, agar hasil seterika memenuhi standar kualitas. Begitu juga cara menyeterika jangan terlalu lama dan berulang-ulang pada bagian yang sama. Apabila kedua hal tersebut tidak diperhatikan warna pakaian/garmen bisa berubah. Oleh karena itu seorang operator ironing atau seterika harus hati-hati dalam melakukan proses penyeterikaan. Selain temperatur dan lama penyeterikaan, urutan bagian yang akan diseterika juga harus harus disesuaikan dengan metode yang tepat.

Ironing ada 3 sistim:
1. Sistem seterika pada bagian tertentu
2. Sistem uap
3. Sistem seterika pada semua bagian

Sistem seterika pada bagian tertentu
Dengan sistim ini pakaian/garmen di seterika pada bagian inseam, outseam, band pinggang. (untuk celana), dan inseam, outseam, plaket (untuk kemeja/ kemeja semi blouse). Dengan suhu yang telah ditentukan pakaian/ garmen tidak berubah warna dan tidak berubah bentuknya.

Sistem uap
Seterika system uap biasanya dilakukan pada pakian/garmen yang jenis kain tipis antara lain schifon, santung, tissue, yoryio,georgene dll. Pakaian /garemen di seterika dengan suhu yang telah ditentukan, tidak dengan penekanan saat seterika, tapi dengan cara di semprot, supaya hasil seterika pakaian/garmen hasilnya rapi. Motif ataupun bentuk kain tidak berubah, tidak berubah warna.

Sistem seterika pada semua bagian
Seterika sistem ini biasanya dilakukan pada pakaian /garmen yang prosesnya melalui woshing, sehingga pakaian/garmen perlu di lakukan seterika menyeluruh dengan suhu yang telah di tentukan sesuai jenis kain. Pakaian/garmen hasilnya rapi, tidak berubah warna.

Dari ketiga sistem tersebut diatas tidak boleh menyipang dari ketentuan yang telah di tentukan, supaya hasil semua ironing sesuai permintaan buyer

Suhu seterika sesuai dengan jenis kain

No   Jenis Kain       Suhu
1        Chiffon            890 c
2       Polyester        1070 c
3       Cotton            1070 c
4       Saten               860 c
5       Georgete         890 c
6       Yoryio            1070 c

Contoh proses seterika kemeja yang semua bagian harus diseterika

  1. Seterika jahitan inseam kiri dan inseam kanan, dilanjutkan lengan kiri dan lengan kanan atau sebaliknya.
  2. Seterika bagian kerah atas dan bawah
  3. Seterika jahitan inseam bodi kiri dan inseam bodi kanan dilanjutkan seterika bagian bodi depan dan bodi belakang sampai rapi atau sebaliknya.
  4. Baju dikancingkan.
  5. Packing sesuai permintaan konsumen/buyer

Setelah proses seterika selesai pakaian/garmen langsung ditransfer ke bagian Quality Control finishing untuk dicek apakah pakaian tersebut siap dipacking atau tidak.

Pakaian yang bagus dapat ditransfer ke packing, tapi jika tidak di perbaiki dulu hingga sempurna. Apa bila dalam perbaikan cacat tadi memenuhi standar langsung ditansfer ke packing, kalau dalam perbaikan tidak memenuhi standar pakaian/ garmen masuk dalam kelompok grade A dan grade B untuk laporan QC Finishing dan dicatat pada blangko tersendiri dan selanjutnya pakaian/garmen tersebut di transfer ke packing.

B. Teknik Pengelompokan.

Tujuan pengelompokan adalah untuk mempermudah pengecekan jumlah maupun ukuran/size dari pakaian yang sudah dipacking.

Pada proses garmen ada dua macam pengelomokan pakaian yaitu:

  1. Pengelompokan berdasarkan ukuran/size.
    Pengelompokan berdasarkan size biasanya pakaian yang dikemas dalam bentuk polybag dan dimasukan pada karton box, dalam karton bisa diisi 1 dozen, 2 dozen, dan lain-lain.
    Contoh pengelompokan berdasarkan size: size S, M, L, XL dan seterusnya, atau size 4, 6, 8, 10 dan seterusnya.
  2. Pengelompokan menurut pieces per bendel
    Pengelompokan berdasarkan pieces per bendel biasanya pakaian yang di hanger dan dibungkus plastik packing, selanjutnya pakaian/garmen tersebut dibendel sesuai dengan warna dan size. Dalam bendel biasanya 4, 6, 8,10 sesuai dengan permintaan pelanggan atau buyer.

C. Teknik Packaging.

Manusia sejak awal sudah memiliki penilaian terhadap suatu barang dilihat dari kemasannya, yaitu antara barang yang dikemas rapi dan tidak rapi. Oleh sebab itu proses packing penting diperhatikan, agar barang yang diterima konsumen dalam keadaan baik, bersih, rapi dan menarik perhatian. Selain untuk tujuan tersebut packing juga bertujuan untuk memudahkan dalam proses pengiriman barang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Langkah packing pada garmen, antara lain:

  1. Sebelum barang dilakukan pembungkusan dengan poly bag, terlebih dahulu pakaian/garmen diberi aksesoris antara lain hang tag, hanger, pita, bunga, solasi dan lain-lain. Ini semua berdasarkan worksheet/lembar kerja dan permintaan buyer.
  2. Pakaian yang sudah diseterika, dan diberi aksesoris selanjutnya dikemas pada plastic packing dan hanger yang sudah disediakan.
  3. Masukan pakaian yang sudah di bungkus dengan poly bag dalam karton/box sesuai dengan jumlah atau digantung pada hanger sesuai dengan bendelnya.
  4. Beri identitas pada karton/box. Barang sudah siap dikirim.
    D. Material/aksesoris yang di gunakan di finishing

    Untuk aksesoris antara buyer yang satu dengan bayer yang lain selalu ada perbedaan, di lihat dari jenis pakaian/garmen dan style yang berbeda, dibawah ini contoh aksesoris yang digunakan oleh buyer S . Oliver.
    Lihat pada:
    – Pedoman produksi
    – Fabrik/Accsesories Swatch Card
    – Material Swatch Card
    – Packing List
    Semua mengacu pada penomoran produksi yang dibuat oleh buyer S. oliver. Dan tidak boleh menyimpang dari pedoman produksi kecuali ada hal yang tidak memungkinkan, misalnya packing, itu semua harus ada keterangan yang jelas.

Iklan

Tentang ysetianingsih

Saya bekerja sebagai pendidik di SMK Negeri 1 Purwojati jurusan TATA BUSANA. Mulai bertugas di SMK ini sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s