Kategori
materi belajar

MERANCANG BAHAN

Merancang bahan yaitu membuat rancangan/ rencana mengenai bahan/ kain yang akan dipergunakan  untuk memproduksi  suatu  model busana, dengan cara meletakan pola  yang telah diberi kampuh  di atas bahan  dan  diatur sedemikian rupa sehingga mengetahui berapa banyak bahan yang diperlukan untuk memproduksi busana.  Tujuan dari merancang bahan yaitu  untuk mengetahui kebutuhan kain yang diperlukan sesuai jumlah order yang diproduksi sehingga bahan yang dipergunakan benar-benar efektif dan efisien.

Ada 4 tahapan yang harus dilakukan dalam merancang bahan, yaitu

  1. Pattern Making,

yaitu tahapan pembuatan pola yang dilakukan oleh ahli pola yang disesuaikan dengan permintaan dari buyers.

2. Sample making,

yaitu tahapan membuat sample busana yang akan diproduksi. Sample dibuat berdasarkan pesanan dari buyers, apabila sample yang dibuat belum sesuai dengan permintaan buyer maka dilakukan perbaikan pola dan disesuaikan permintaan buyer.

3. Grading

Grading  berasal dari kata grade yaitu memperingkatkan. Grading pola adalah memperingkatkan pola ke dalam satu atau beberapa size/ ukuran di atasnya atau dibawahnya.

Pola yang telah sesuai dengan sample akan digrade dengan berbagai macam ukuran  sesuai dengan pesanan buyer. Proses grading pada perusahaan skala kecil dan menengah biasanya dikerjakan secara manual, tetapi pada perusahaan besar  biasanya dibantu dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk diperbanyak  , untuk merancang bahan serta sebagai arsip perusahaan.

Pola manual yang sudah lengkap dengan asesorisnya (misalnya saku), diletakkan di atas sebuah papan putih  (lecra system), kemudian dengan menggunakan remote control pola tersebut dimasukan  dalam komputer, sehingga teknisi grading hanya membentuk bagian-bagian yang dirasa kurang sempurna. Di dalam sistem komputer sudah terdapat  patokan/ standar ukuran besar kecil pola yang dibuat, teknisi grading  hanya mengisi  berapa selisihnya setiap ukuran, sehingga sekali clik, pola tersebut membentuk layer-layer sendiri (grading) lengkap dengan ukurannya. Setelah pola digrading pembuat marker  tinggal menentukan/ mengambil ukuran/size  yang dipesan oleh buyer, kemudian membuat rancangan bahan. Membuat rancangan bahan dengan sistem komputer  lebih mudah karena di dalamnya tersedia  fasilitas bentuk panjang kain yang digunakan, sehingga pola terkesan diletakan di atas kain/ bahan, pada menu size dalam komputer bisa diatur panjang pendeknya bahan yang diperlukan.

4. Marker Planing and Making.

Marker planing and making yaitu bagian  perencanaan  dan pembuatan  marker (rancangan bahan)  yang digunakan untuk menentukan kebutuhan kain yang diperlukan  sesuai dengan order  yang  akan diproduksi.

Langkah Kerja:

  1. Siapkan alat dan bahan merancang bahan
  2. Buatlah pola sesuai dengan pesanan misalnya size
  3. Lakukan grading pola dari  size   M ke size S dan L atau sesuai dengan pesanan,
  4. Setelah pola digrading , diberi kampuh,  diberi tanda pola  diantaranya: nama desain, bagian pola  (misalnya pola kerah) serta size/ ukuran. Setelah itu letakkan pola tersebut di atas bahan , cara meletakan pola arahnya harus sesuai dengan panjang kain atau menurut motif yang dipesan oleh buyer.

Sumber : Modul Meletakkan Bahan 2.

Kategori
Pembelajaran

PROSES PRODUKSI BUSANA INDUSTRI

  1. PENGERTIAN

Proses produksi merupakan alur atau urutan yang dilakukan oleh sebuah usaha untuk mengolah bahan dasar atau bahan baku menjadi produk baru sesuai rencana.

Sedangkan yang dimaksud dengan busana industri adalah busana yang diproduksi oleh garmen  dengan karakteristik sbb :

  1. Diproduksi secara masal atau dalam jumlah yang besar.
  2. Model yang dibuat pada umumnya sama.
  3. Menggunakan ukuran standart ( S, M, L, XL ) atau dengan menggunakan penomoran seperti No. 16, 17, 18  dan sterusnya. Ada juga yang menggunakan nomor yang menunjukkan umur misalnya untuk pakaian anak No. 3 diperuntukkan anak usia 3th.
  4. Pemotongan dilakukan dalam jumlah yang banyak menggunakan mesin potong.
  5. Sistim produksi dilakukan dengan sistim ban berjalan atau disebut dengan sistim borongan.
  6. Pakaian diproduksi berdasarkan pesanan buyer atau menurut pemilik usaha itu sendiri.
  7. Pakaian yang dipesan oleh buyer menggunakan merk buyer tersebut  atau menggunakan merk perusahaan sesuai kesepakatan dengan buyer.

B. PROSES PRODUKSI

Pakaian yang dihasilkan oleh sebuah industri busana dilakukan melalui proses sbb :

  1. Pattern Maker
  2. Sample Making
  3. Cutting procces
  4. Sewing procces
  5. Finishing
  6. Quality Control

PATTERN MAKER

Pattern Maker ini bertugas untuk membuat dan menggandakan pola, dan menyusun panel dalam marker untuk mengoptimalkan effisiensi penggunaan fabrics atau bahan. Tahapan dalam pattern maker :

  1. Menerima detail order dari buyer berupa mini marker. ( hanya buyer tertentu )
  2. Melakukan editing mini marker dengan menggunakan Mesin Garment Technologi (GGT) untuk mendapatkan efisiensi yang lebih baik dari marker tersebut. Effisiensi marker dapat berkisar 75 – 80% sesuai batas toleransi dan allowence.
  3. Jika buyer tidak memberikan mini marker, mesin garber akan membuat marker sendiri dengan spesifikasi dari buyer.
  4. Mini marker dicetak dalam kertas A4 dan didistribusikan ke bagian cutting.
  5. Setelah disetujui oleh pimpinan cutting dan menerima consumption dari cutting, pola dicetak dengan marker yang berukuran sebenarnya dengan mesin GG.

a) Macam-macam marker layout

  1. Nap one way

nap one way

2. Nap either way ( open )

nap either way

3. Nap either Way ( close )

nap either way 3

4. Nap UP and Down (closed)

nap up down

Posting Proses Produksi Busana Industri sementara sampai disini, kita lanjutkan lagi pada posting berikutnya. Terimakasih …

11